Redenominasi rupiah : pro kontra
Pejabat BI Darmin Nasution mengajukan wacana untuk redenominasi rupiah. Program yang sebenarnya akan mempermudah masyarakat dan menaikkan kepercayaan diri bangsa itu, ternyata menimbulkan pro kontra di kalangan politisi dan ekonom.
Sentilan dari upin dan ipin
Kalau kita menyimak film seri upin dan ipin, pasti ingat dialog saat Susiyanti yang pindah dari Jakarta membeli sepotong ayam dari Mail. Susiyanti memberikan uang seharga Rp.10.000 untuk sepotong ayam yang hanya 1 ringgit Malaysia. Nilai yang tertera dalam uang kita tersebut terlalu besar.
Dukungan terhadap Redenominasi
Politisi PDIP yang profesor ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana, Hendrawan Supratikno mendukung wacana tersebut. Anggota Komisi VI DPR ini menganggap masyarakat sudah rindu dengan nilai rupiah yang kecil dan berharga. Dukungan juga diberikan Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Thohari yang menganggap penting redenominasi dari aspek psikopolitik dan berdampak pada nilai percaya diri bangsa.
Kontra terhadap wacana redenominasi
Sebaliknya ekonom Rizal Ramli menyatakan kebanggan redenominasi mata uang rupiah adalah kebanggaan semu. Begitu juga dengan politisi Demokrat Tengku Dirkhansyah Abu Subhan Ali yang menilai redenominasi akan menimbulkan kepanikan masyarakat.
Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Rudi Sumampouw mengatakan keberatan karena para ritel akan menyiapkan dua tarif ganda. Sebaliknya Megawati tidak menyetujui rencana tersebut karena menurutnya rencana tersebut kurang jelas.
Redenominasi uang rupiah menurut Bintang9
Bintang9 berharap kebijakan redenominasi dilaksanakan sesegera mungkin. Sama seperti Hendrawan Supratikno, Bintang9 memiliki kerinduan akan nilai mata uang kecil.
Bintang9 pernah menuliskan artikel "seandainya uang pecahan kecil". Tulisan tersebut adalah ungkapan kerinduan Bintang9 akan pecahan-pecahan rupiah yang kecil seperti masa lalu. Karenanya, realisasi redenominasi uang rupiah sesegara mungkin sangat Bintang9 harapkan.
04.08.2010. 11:57






