Eko Yulianto, jadi kaya dengan singkong
Kata siapa bangsa Indonesia bermutu rendah. Buktinya Eko Yulianto, alumnus Ekonomi Manajemen, UPN Yogyakarta membuktikan mutunya. Kreativitasnya telah mengubah singkong yang dianggap makanan rendahan menjadi makanan berkelas.
Singkong yang dikenal dengan cassava selalu dianggap makanan orang kampung. Umumnya dengan direbus atau digoreng, masyarakat menjadikan teman asyik untuk minum teh. Tapi dengan inovasi baru, Eko dan kawan-kawannya mengubahnya menjadi keripik dan penganan aneka rasa, ada rasa jeruk, strawberry, BBQ, ayam, balado, pedas manis sampai keju.
Produk yang diberi nama Tela-tela Fried Cassava, mulai dipasarkan tahun 2004 dengan jualan ala kaki lima. Ternyata animo masyarakat cukup tinggi. Singkong atau telo dari bahasa Jawa, mudah didapat. Animo pembeli cukup tinggi. Eko dan kawan-kawan melebarkan sayap dengan sistem franchise/waralaba. Kini usaha 4 anak muda dari Yogya ini sudah memiliki 1500 outlet yang tersebar dari Aceh sampai Irian Jaya. Oleh karenanya pantas kalau mendapatkan penghargaan sebagai enterpreneur muda Indonesia yang menghasilkan usaha baru yang inovatif dari ISMBEA (Indonesia Small and Medium Business Enterpreneur Award ) Tahun 2008.
25.04.2009. 04:23






