Ghobro » info

4 isu negatif Kelemahan Jokowi

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Jokowi, Calon Presiden yang mendampingi Jusuf Kalla, yang didukung oleh PDIP, Nasdem, PKB, Hanura yang kemudian juga didukung PKPI memiliki 4 isu negatif yang dapat menurunkan dukungan sampai dengan sekitar 40%, sebagaimana diungkapkan peneliti LSI, Ardian Sofa.

Empat informasi/isu negatif Jokowi tersebut adalah :

  1. Jokowi akan dikendalikan Mega dan negara asing.
  2. Jokowi tidak menepati janji menyelesaikan jabatan sebagai Gubernur Jakarta selama 5 (lima) tahun.
  3. Jokowi terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan busway trans Jakarta.
  4. Jokowi lebih membela kelompok minoritas dan tidak memperhatikan kepentingan kepentingan warga mayoritas.

Kendali Mega dan Negara Asing terhadap Jokowi

Banyak pihak yang menuding Jokowi adalah robot Megawati. Tudingan itu diperkuat oleh pernyataan Megawati pada saat pendeklarasian koalisi PDIP, Nasdem dan PKB bahwa Jokowi hanya petugas partai yang menjalankan perintah partai. Faktor ini sangat mengkhawatirkan masyarakat, karena dianggap berbahaya karena kalau hal ini terjadi,

“Kalau Jokowi benar-benar jadi presiden yang hanya patuh pada semua perintah Mega, ini sangat berbahaya. Indonesia seolah hanya dimiliki oleh PDI Perjuangan saja. Jokowi menjadi robot yang dikendalikan Mega," kata Asep Warlan Jusuf, pengamat politik Universitas Parahyangan Bandung, Kamis 15 Mei 2014.

Sejumlah pengamat menilai bahwa Jokowi sebenarnya tidak memiliki kemampuan memimpin. Kesulitan Jokowi pada saat psikotes yang berkaitan dengan angka menunjukkan intelektual Jokowi sebenarnya rendah, demikian kata yang beredar di dunia maya. Tetapi ketidakmampuan Jokowi di antaranya :

  1. Sesungguhnya yang bekerja keras di Solo adalah FX Rudi, wakilnya dan prestasi Jokowi sebagai walikota Solo masih jauh dibandingkan para kepala daerah seangkatannya semisal Risma, Walikota Surabaya, La tinro La Tunrung, Bupati Enrekang Sulawesi Selatan, Herman Sutrisno, Bupati Banjar Jawa Barat, Yusuf Wally, Bupati Keerom Papua, Amran Nur, Walikota Sawahlunto Sumatera Barat, Abdul Kholiq Arif, Walikota Wonosobo dan Muda Mahendrawan, Bupati Kubu Raya.
  2. Banyak persoalan di Jakarta tanpa ide penyelesaian dari Jokowi, justeru yang bekerja keras hanya Ahok sendirian, Jokowi lebih sibuk pencitraan.
  3. Jika terpilih pun, yang akan bekerja keras dan berpikir keras adalah Jusuf Kalla.
  4. Dengan modal popularitas dan pencitraan semata, jika harmonisasi antara JK dengan Jokowi renggang, maka nasib Indonesia seumpama Soekarno ditinggalkan Hatta, atau Filipina yang dipimpin oleh Estrada yang jatuh dalam tempo 9 bulan.
  5. Pencitraan positif bagi Jokowi atas  penghentian proyek jalan layang non-tol Casablanca yang ditunggu-tunggu untuk diresmikan, serta atas kekacauan pada sejumlah kebijakannya semisal kekurangan antisipasi ruang pelayanan kesehatan terhadap membludaknya akibat Kartu Jakarta Sehat, kekurangan antisipasi dampak pemindahan pedagang diduga hasil backup James Riady (Lippo Group), mantan Menteri Perdagangan Luhut Panjaitan (yang sekarang membelot dari Golkar untuk mendukung Jokowi) dan mantan menteri perumahan Djan Faridz serta donatur asing.

Lari dari Tanggung Jawab sebagai Gubernur Jakarta

Sejumlah kalangan menduga, kedudukan Gubernur Jakarta hanyalah pintu loncatan bagi Jokowi untuk pencapresan. Di samping itu, Jokowi pun lari dari tanggung jawab sebagai Gubernur Jakarta yang problemanya sangat rumit, sementara problema yang lebih kecil pun seperti pemindahan pedagang lima dari Pasar Banjarsari ke Pasar Ngarsopuro, Semanggi Solo, Jokowi gagal. Jokowi beralasan dengan menjadi presiden, masalah Jakarta yang lintas provinsi baru bisa teratasi, sementara masyarakat mengira bahwa Jokowi akan bisa mengelak dengan alasan masalah Indonesia jauh lebih besar dari Jakarta.

Jokowi terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan busway karatan

Kejaksaan telah menetapkan Udar Pristono mantan Kepala Dinas Perhubungan Jakarta sebagai tersangka korupsi bustransjakarta. Dalam pemeriksaan, Udar Santoso mengaku bahwa dirinya diperkenalkan oleh Jokowi dengan Michael Bimo Putranto yang diperkenalkan sebagai pengusaha advertising. Michael Bimo Putranto adalah mantan tim sukses Jokowi dalam pemilihan walikota Solo dan Pemilihan Gubernur Jakarta.

Pembela Minoritas

Salah satu isu di Indonesia adalah masalah aliran menyimpang. Aliran sempalan sebenarnya tidak hanya di Indonesia, bahkan di Amerika Serikat yang dianggap maju pun, aliran sempalan sulit diterima. Contohnya, Capres Mitt Romney menjadi kontroversi karena diduga beragama Mormon dan Barack Obama pun pernah dikontroversikan beragama Islam.

Jokowi diduga membela kaum sempalan yang bahkan dalam masa presiden Soeharto dan Soekarno pun tidak diberi ruang seperti Ahmadiyah, Syiah dan Islam Jamaah.

Penulis
Kategori ,

←LamaBaru →