Ghobro » info

Bandar-bandar Islam di Pulau Perca

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Dalam perkembangan Islam di Pulau Perca (Sumatera), ada beberapa bandar yang sangat penting. Bandar-bandar ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi kemudian juga menjadi pusat pengembangan Islam.

Bandar-bandar yang penting tersebut adalah :

  1. Malaka
  2. Pasai
  3. Singkil
  4. Fansur
  5. Barus Tarusan (Sungai Nyalo)
  6. Indrapura
  7. Pariaman
  8. Banda Aceh
  9. Perlak
  10. Tamiang
  11. Singapura
  12. Bintan
  13. Siak
  14. Rokan
  15. Palembang
  16. Jambi
  17. Air Bangis
  18. Natal
  19. Tiku
  20. Meulaboh
  21. Pancur
  22. Bayang
  23. Salido
  24. Bandar Sepuluh
  25. Bengkulu

Bandar Bintan

Pada tahun 1160 M, Sang Utama Sri Tribuana pindah dari Palembang ke Bintan.

Bandar Singapura

Pada tahun 1160 M, Sang Utama Sri Tribuana membuat kota baru di Singapura. Singapura berkembang menjadi bandar yang besar yang menimbulkan kecemburuan pada Majapahit. Tahun 1208 M, Sang Utama meninggal dunia, digantikan oleh Paduka Pikaram Wira. Pada tahun 1223 M, digantikan oleh Sri Rama Vikaram. Tahun 1236 M, digantikan oleh Sri Maharaja. Tahun 1248 M, digantikan oleh Raja Iskandar Syah.

Pada tahun 1587 M, Portugis menghancurkan pemukiman di Singapura.

28 Januari 1819 M, Rafles mendarat di Singapura, menemukan pemukiman Melayu sebanyak 1.000 jiwa di bawah pimpinan Tumenggung Abdurrahman. Tanggal 6 Februari 1819 M, Rafles menandatangani kesepakatan dengan Tengku Husin (Riau). Rafles mengakui Husin sebagai Sultan, dan Husin memberikan hak membangun pos perdagangan bagi Inggris di Singapura. Rafles meninggalkan Mayor William Farquhar yang memutuskan Singapura sebagai pelabuhan bebas. Bugis, Cina Peranakan dan Arab diundang. Selama tahun berjalan, nilai perdagangan adalah $400.000 Spanyol. Tahun 1821 M, penduduk Singapura telah berjumlah 5.000 jiwa.

Bandar Malaka

Pembukaan Malaka

Sejak tahun 1249 M, Majapahit mulai menyerang Singapura. Tetapi selalu gagal. Pada tahun 1252 M, karena pengkhianatan Sang Rajuna Tapa, prajurit Singapura mengalami kelaparan, karena kata sang Penghulu Bendahari persediaan beras telah habis. Setelah moril pasukan jatuh, pengkhianat membukakan pintu gerbang Singapura sehingga masuklah bala Majapahit dan jatuhlah Singapura. Raja terakhir Singapura, Raja Iskandar Syah,beserta segala menteri hulu balang sida-sida dan bentara berlepaslah ke Seletar, lalu berjalan di darat. Jawa pun pulanglah.

Di Tanah Semenanjung, Raja Iskandar Syah mencoba membuka kota baru, yakni :

  1. Biawak Busuk, terletak di hampir hulu Muar. Di tempat ini terlalu banyak biawak, karena banyaknya yang dibunuh, busuklah tempat tersebut oleh bangkai biawak.
  2. Kota Buruk, terletak di hampir Sirupang Ujung. Pada siang hari, tempat ini terlihat baik tetapi di malam hari menjadi buruk.
  3. Seriing Ujung, tempat ini dinilai terlalu baik, sehingga ditinggalkan, tetapi ditinggalkan di sana seorang menteri.

Raja Iskandar Syah tiba di Sungai Bertam, yang kualanya berbukit. Raja berhenti pada sebuah pohon, dan menyuruh berburu, tetapi anjing terjun dihambat pelanduk. Kejadian ajaib menimbulkan inspirasi sang raja, anjing alah oleh pelanduk, jikalau orangnya betapa lagi?  Maka bertebaslah membuat negeri. Raja bertanya nama kayu tempat. Kayu Malaka namanya tuanku, jawab orang. Maka dinamai negeri itu Malaka.

Tahun 1274 M, Raja Iskandar Syah meninggal dunia, digantikan Sultan Magat.

Tahun 1276 M, Raja Kecil Besar gelar Sultan Muhammad Syah berkuasa. Malaka menguasai Lingga, Bintan, Johor, Petani, Kedah, Perak, Trengganu, Kampar dan Aru. Sultan Muhammad Syah adalah Raja Malaka pertama yang memeluk agama Islam.

Tahun 1333 M, berkuasa Sultan Abu Shahid.

Tahun 1334 M, Sultan Abu Shahid tewas oleh Raja Rokan yang ditikam saat membawa lari Sultan Abu Syahid, ponakannya sendiri. Raja Kassim gelar Sultan Muzafar Syah menggantikan adiknya. Pada masanya, Malaka menjadi kota terbesar ketiga di Nusantara setelah Majapahit dan Pasai.

Tahun 1340 M, Raja Siam yang cemburu menyerang Malaka, tetapi dipatahkan oleh Panglima Seri Nara Diraja.

Tahun 1374 M, Sultan Abdul gelar Sultan Mansyur Syah bertakhta. Malaka menguasai Indragiri, Siantan. Tahun 1380 M, menikahi puteri Majapahit Raden Galuh Candra Kirana.

Tahun 1447 M, Sultan Alaudin naik takhta.

Tahun 1477 M, Sultan Mahmud Syah.

Tahun 1509 M, serbuan Siam dipatahkan.

Tahun 1511 M, Portugis di bawah Alfonso d’albuqurque menaklukkan Malaka.

Pada tahun 1640 M, Malaka jatuh ke tangan Belanda.

Bandar Kampar

Lihat Bandar Islam Kampar

Bandar Indragiri, Kuantan dan Minangkabau

Di antaranya :

  1. Tembilahan
  2. Pekantua
  3. Rengat
  4. Japura
  5. Peranap
  6. Muaro Sijunjung
  7. Tiku
  8. Pariaman
  9. Padang

Lihat : Bandar Islam Indragiri, Kuantan dan Minangkabau

Bandar Islam Batang Hari, Kerinci dan Indrapura

Sungai Batang Hari merupakan tiga di antara Tiga Batang Sungai terpanjang di Sumatera Tengah, yang dikenal sebagai laras tiga :

  1. Kampar sebagai kepala, dahulu Sungai Deras.
  2. Kuantan sebagai perut, dahulu Sungai Keruh.
  3. Batang Hari sebagai ekor, dahulu Sungai Tenang.

Adapun negeri-negeri di Batang Hari lihat Bandar Islam Batang Hari, Kerinci dan Indrapura

Riwayat Islam Pulau Perca

Penulis
Kategori Sejarah Islam, Sejarah

←LamaBaru →