Ghobro » info

Kyai-kyai Pendukung Prabowo Hatta

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Mahfud MD yang dikenal sebagai murid setia Gus Dur memiliki pengaruh besar di NU dalam mengembangkan dukungan para kyai kepada Prabowo Hatta. Mahfud yang didukung relawan Sahabat Mahfudz dibantu oleh pengaruh Ali Masykur Musa , pejabat BPK yang menjadi peserta Konvensi Capres Demokrat yang didukung relawan Muda Mudi NU.

Alasan Gus Dur dan KH Idris Marzuki Lirboyo

Ditayangkan televisi nasional, Gus Dur pernah menyatakan bahwa Prabowo yang paling ikhlas untuk rakyat Indonesia. Pernyataan Gus Dur tersebut sejalan dengan pesan alm. KH Idris Marzuki yang ditakdirkan mendukung Prabowo beberapa hari sebelum almarhum meninggal dunia. Pengasuh pesantren Lirboyo tersebut menyampaikan tausiyah :

“Dalam upaya ikhtiyar memilih pemimpin Bangsa Indonesia untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta menjaga akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah, KH. Idris Marzuqi, KH. Moh. Anwar Mansur dan KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menginstruksikan kepada seluruh alumni dan menghimbau kepada masyarakat agar mendukung dan memilih H. Prabowo Subianto dan Ir. Hatta Rajasa pada pemilu presiden yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Juli 2014”

Alasan Kyai dan Habaib

"Jadi Forum ulama dan habib di Jawa Timur termasuk area tapal kuda, setelah melakukan  musyawarah dan menimbang secara syariat, kesimpulannya kita memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta," ujar Habib Zaid Alwi Alkaf saat menghadiri forum silaturahmi ulama dan habib se-Jatim di rumah salah tokoh agama di Surabaya, Ali Badri Zaini, Rabu (4/6).

"Jadi jangan melihat figur capres. Tapi siapa saja dikelilingnya dan pendukungnya seperti partai dan ormas Islam. Dan lagi ini demi kepentingan umat Islam di Indonesia," lanjut Habib Zaid Alwi Alkaff

Ada 5 alasan mengapa Habib dan ulama di Jawa Timur  memilih Prabowo. Diantaranya, saat ini negara butuh pemimpin yang mampu memimpin bukan dipimpin. Kedua, masyarakat  membutuhkan pemimpin yang mampu membangun Indonesia bersatu serta bermartabat.

"Yang ketiga kami membutuhkan pemimpin yang cerdas, tegas  dan berwibawa," lanjutnya.

Dan yang penting, Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu berkomunikasi dan bernegosiasi, dan lebih dekat membela kepentingan umat Islam serta kepentingan bangsa. Terakhir, membutuhkan  pemimpin yang amanah.

Habib Zaid Alwi Alkaf juga  melanjutkan, dalam musyawarah dan menimbang secara syariat menggunakan kaedah akhfud dhararain (yang lebih minimal kekurangannya), disimpulkan bahwa Prabowo Subianto lebih maslahat dipilih sebagai presiden.

Sementara alim ulama Madura setapal kuda,  KH ainur Rahman asal Bangkalan yang turut hadir, juga memintah masyarakat untuk tidak golput. "Ingat!. Jangan golput. Jangan tekena money politik,  sebab yang dipilih bukan sosok pasangan capres, tapi menentukan nasib umat Islam di Indonesia," sahutnya.

Halaqah KH Arifin Ilham

"Umat Islam jangan bodoh, jangan tertipu dengan pecitraan (oleh Media Massa). Dalam memilih presiden, lihatlah siapa di belakang mereka," pesan Ustaz Arifin dalam halaqah shubuh di masjid Az Zikra, Senin (26/5/2014) lalu.

Ia mengungkapkan, seperti Surya Paloh yang mendukung salah satu pasangan capres-cawapres selama ini melarang dan akan memecat pegawainya di Metro TV yang mengenakan hijab. Kemudian juga tempat pelacuran Dolly menolak ditutup oleh partai pengusung calon presiden tersebut (PDI-P).

"Maka kalau kita memilih mereka sama saja memilih pelacuran merajalela," kata Ustaz Arifin.

SubhanAllah walhamdulillah setelah bermusyawarah dg Dewan Syariah Majlis Az Zikra, diantara Prof. DR. Ali Musthofa Yaqub, Prof. DR Didin Hafifuddin, Prof. DR. Habib Ahmad Al Kaff, Prof. DR Dimyati Baduzzaman, KH Abdur Rasyid Abdullah Syafiii, ustadz Muhammad Tholib (MMI), DR KH Anwar Sanusi, ustadz Ja'far Umar Tholib, DR Muslih Abdul Karim, DR Amir Faisal Fath, Buya DR Saifuddin Amsir, KH Tengku Zulkarnain, bang Debi Nasution, Abah Roudh Bahar, KH Khodamul Qudus, DR Sunandar Ibnu Nur, bang Ferry Nur, ustadz Bobby Heriwibowo, ustadz Fadlan Papua, ustadz Abi Maki.

Memperhatikan sangat utama dan pentingnya memilih Presiden yang sholeh, cerdas, amanah, berwibawa berani dan tegas yang memperhatikan kemaslahatan umat dan martabat bangsa tercinta ini, maka Majlis Az Zikra mendukung ayahanda tercinta Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia.

Dan kami mendukung pula ayahanda tercinta Joko Widodo untuk tetap menjadi gubernur DKI Jakarta sesuai janji beliau fokus memimpin DKI Jakarta.

Kami tetap akan menghormati siapapun terpilih nanti, dan perbedaan pilihan antar kita jangan membuat kita saling benci dan bermusuhan.

Semoga Allah memberkati negeri kita dengan pemimpin sholeh dan rakyat yang sholeh juga...aamiin.

Alasan Aa Gym mendukung Prabowo

Selama ini, Aa Gym mengaku selalu netral, tidak pernah memberikan dukungan secara terbuka kepada para calon presiden-wakil presiden. Namun kali ini, kata Aa Gym, saya mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Lantas Aa Gym menceritakan beberapa alasan mendasar yang mebuat dirinya harus berpihak kepada Prabowo-Hatta.

Menurut Aa Gym dirinya sudah mengenal Prabowo pada tahun 1990-an, saat Prabowo menyandang jabatan Danjen Kopassus. Pada saat itu, ada seorang jenderal petinggi TNI yang amat disegani dan selalu menjadikan umat Islam sebagai target kebenciannya.

"Setahu saya, pada waktu itu hanya Prabowo yang terang-terangan membela umat Islam. Ini kenangan luar biasa saya tentang sosok Prabowo yang sulit dilupakan. Ia perwira militer yang tak rela melihat umat Islam dipinggirkan. Karena alasan ini, saya mendukung Prabowo," ujarnya.

Semoga apa yang menjadi kesaksian Aa Gym itu, benar dan terwujud di masa depan sesudah Prabowo dan Hatta Rajasa berkuasa. Menjadi pembela rakyat dan bangsa Indonesia serta umat Islam dan menerapkan Syariat Islam di Indonesia, sebagai kewajiban para pemimpin Muslim ditengah mayoritas umat Islam, serta mengganti sistim Syirik demokrasi.

Selain itu, Jokowi benar-benar menjadi ancaman bagi umat Islam, karena dengan ditinggalkannya DKI, maka Ahok yang beragama Kristen itu, pasti akan menjadi gubernur, dan sudah banyak kepala dinas yang diganti dengan Salibis. Apalagi, Jokowi ini didukung Vatikan.

Sekarang PDIP juga menjadi 'kandangnya' kaum Salibis, Islam JIL, dan Syiah, seperti Jalaluddin Rahmat. Jokowi kepergian meninggalkan tokoh-tokoh Salibis, seperti di Solo, dan DKI Jakarta. Ini semua membuat umat Islam dan tokoh Islam sangat khawatir.

Selanjutnya, Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tahid Bandung KH Abdullah Gymnastiar menyambut gembira duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai calon presiden-wakil presiden yang akan berkompetisi menuju RI-1 dan RI-2 pada pemilihan umum presiden Juli 2014.

"Saya menyambut baik dideklarasikannya pasangan Prabowo-Hatta. Dan, secara pribadi saya mendukung pasangan ini. Mereka adalah orang-orang baik, ujar Aa Gym, sapaan akrab KH Abdullah Gymnastiar di depan sekitar 700 santri mandiri dan para ustadz di Markas Besar Daarut Tauhid Gegerkalong, Kota Bandung, Senin (19/5/14).

Siapa-siapa saja kyai pendukung Prabowo Hatta:

  1. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur )
  2. KH Said Agil Siradz (Ketua PBNU)
  3. KH Arifin Ilham (Majelis Az Zikra)
  4. KH Abdullah Gymnastiar (Darut Tauhid)
  5. KH Imam Muzakki (Guru Spiritual SBY, Jember)
  6. Ustad Ansufri Idrus Sambo (praktisi pelatihan shalat khusyuk, guru spiritual Prabowo)
  7. KH.Maimoen Zubair (PP Al Anwar Sarang Rembang)
  8. KH Idris Marzuqi (PP Lirboyo Kediri)
  9. KH M Anwar Manshur (PP Lirboyo)
  10. KH Nurul Huda Jazuli (PP Ploso, Kediri)
  11. KH Zainuddin Jazuli (PP Ploso, Kediri)
  12. KH Miftakhul Akhyar (Ro'is Syuriah PWNU Jatim)
  13. KH Mujib Imron (anggota DPD RI 2004-2009)
  14. KH Azaim Ibrohimy (PP.As Salafiyah Situbondo)
  15. KH Anwar Iskandar (PP Jamsaren, Kediri)
  16. KH Mas Subadar (PP RU Besuk Pasuruan)
  17. KH Zaini Sholeh (Sampang)
  18. KH Mas Mansur (PP Sidoresmo, Surabaya)
  19. KH Mutawakkil 'Alallah (Ketua PWNU Jatim)
  20. KH Nuruddin (PP Nurul Qodim, Probolinggo)
  21. KH Masbuchin Faqih (PP Suci Gresik)
  22. KH Abdulloh (PP Langitan, Tuban)
  23. KH Baidlowi (PP Berasan, Banyuwangi)
  24. KH Abd Ghaffar (Pamekasan)
  25. KH Ardani Ahmad (Blitar)
  26. KH.Ahmad Zamrodji (Blitar)
  27. KH Arsyad (Tulungagung)
  28. Irvan Yusuf Hasyim (PP Tebuireng)
  29. KH Mas Fuad (PP Sidogiri, Pasuruan)
  30. KH Jiryan Hasbulloh (Joresan,Ponorogo)
  31. KH Hisyam Syafa'at (Blokagung,Banyuwangi)
  32. KH Nur Khozin (Malang).
  33. KH A.Hamid Baidhowi (Lasem)
  34. KH.R.Muhaimin Asnawi (Magelang)
  35. KH Abror Musodiq (Rois Syuriah PCNU Purbalingga)
  36. KH Muchid Cholil (Semarang)
  37. KH Rogiq Maskur (Wonosobo)
  38. KH Athoillah Asy'ari (Wonosobo)
  39. KH Syubromalisi (Wonosobo)
  40. KH Maufur Idris (Sragen)
  41. KH A. Kholiq (Pekalongan)
  42. KH Zaini Ilyas (Banyumas)
  43. KH Toha Alhafid (Purwokerto)
  44. KH Tajudin (Kedungwuni)
  45. KH Machfudz Ghufron (Kebumen)
  46. KH Abdullah Thoyib (Sukoharjo)
  47. KH Aminudin Ihsan (Sukoharjo)
  48. Habib Zaki Bin Abdurahman Assegaf (Solo)
  49. KH Muslim (Boyolali)
  50. KH Rohmad Efendi (Boyolali)
  51. KH Wahyudin (Klaten)
  52. KH Atoillah Hilal (Klaten)
  53. KH Ahmadi Syafi'I (Klaten)
  54. KH Badarudin (Klaten)
  55. KH Sofwan (Grobogan)
  56. KH.A'wani (Roisy Syuriah PWNU Jateng) 
  57. KH.'Alawi Muhammad (Sampang)
  58. KH.Haizul Ma'ali (Rembang)
  59. KH.Nashiruddin Qodir (Tuban)
  60. KH.Faruq Zain (Rembang)
  61. KH.Haris Shodaqoh (Semarang)
  62. KH.Aufal Marom (Rembang)
  63. KH.Mushthofa Aqil Sirodj (Cirebon)
  64. KH.DR.Zuhrul Anam Hisyam (Banyumas)
  65. KH.Ahmad Zabidi (Banyumas)
  66. KH.Adib Abdurrahim (Rembang)
  67. KH.Sa'id Abdurrahim (Rembang)
  68. KH.DR.Abdul Ghofur Maimoen (Krapyak DIY)
  69. Nyai HJ.Fatimah Zainal Abidin Munawwir (Krapyak DIY)
  70. KH.Muhammad Hadanalloh (Sleman DIY)
  71. KH.Zainal Fanani Sufyan Cholil (Rejoso Jombang)
  72. Nyai HJ.Munjidah Wahhab Hasbulloh (Tambakberas Jombang)
  73. KH.Nurjamil Dimyathi (Ketua PCNU Sleman DIY) 
  74. KH.Muyassir Abdulloh (Bangkalan) 
  75. Nyai HJ.Zainiyyah As'ad Syamsul Arifin (PP.AS Salafiyyah Situbondo) 
  76. KH Masrur Afandi (PP Al-Anshori Purworejo)

Penulis
Kategori Demokrasi, Fatwa

←LamaBaru →