Ghobro » info

Letak Negeri Aru

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Kerajaan Aru merupakan salah satu kerajaan besar di samping Malaka dan Pasai. Kerajaan Aru diperkirakan merupakan pendahulu Kerajaan Langkat saat ini. Tetapi, kepastian akan hal itu masih saja diperdebatkan.

HARU DALAM NASKAH, TEROMBO DAN HIKAYAT

History of Sumatera, William Marsden

William Marsden dalam History of Sumatra menyamakan Aru dengan Rao (Pasaman Timur Sumatera Barat saat ini). Dalam menerangkan letak Negara Bata, Marsden menyebutkan bahwa Rao atau Aru terletak di selatan Negeri Batak, kutipannya : “The country of Batta may be said, in summary way, to be bounded to the north, by the Achen, and to the south by Passumman and the independent district of Rou or Aru : ……………”

Dalam peta Sumatera Marsden, P. Aru adalah gugus pulau yang terletak antara Muara Pane (Labuhan Batu) dengan Muara Rokan/Ircan di tengah-tengah Kubu dengan Muara Pane. Antara Kubu dengan P. Aru terletak Pulau Arang.

Sejarah Melayu

Dalam sejarah Melayu, Raja Rokan merupakan anak Sultan Sidi, saudara sultan Sujak. "Adapun Raja Rekan itu anak Sultan Sidi, saudara Sultan Sujak.

Sementara Raja Haru merupakan anak Sultan Sujak. “Alkisah maka tersebutlah perkataan Haru, Maharaja Diraja nama rajanya, anak Sultan Sujak, yang turun daripada: batu hulu dikata hilir, hilir dikata hulu. Maka Maharaja Diraja mengutus ke Pasai; Raja Pahlawan namanya yang diutuskan baginda itu. Setelah datang ke Pasai, maka surat itu diaraklah ke dalam. Telah datang ke dalam balai, maka disambut oleh ben tara, diberikan pada orang yang membaca dia; maka dibuka lalu dibacanya

Menurut Sejarah Melayu, “Setelah kelengkapan Melaka sampai had Pulau Arang,. maka bertemulah dengan kelengkapan Haru,”

Dari Sejarah Melayu pula, kita ketahui bahwa Kerajaan Haru bersangkutan dengan orang-orang Karo “ Setelah sudah, Maharaja Diraja menyuruhkan Raja Serba Nyaman, dan Raja Jengur, dan Raja Sembuh, dan segala kejarun Haru”

Surat Paparan Asal Usul Raja dan Hamba Rakyat Luhak Rokan IV Koto

Menurut Surat Paparan Asal Usul Raja dan Hamba Rakyat Luhak Rokan IV Koto yang ditulis tahun 1192, Raja Rokan berasal dari Kota Bento Tinggi, Rao.

Sjahdan Kemudian Dari Itu, Adalah Kira-Kira 4,5 Yang Telah Lalu, Diam Dikota Bento Tinggi, Kota Itu Letaknya Dalam Afdeling Lubuk Sikaping Sekarang.

         Maka Putri Sangka Pujah Itu Ada Mengadakan Putra Banyaknya 7 Orang, 6 Laki-Laki 1 Perempuan, Dan Tuannya Laki-Laki Nama (Djulat Djarohsya) Begelar Sultan Sri Alam. Dalam Beberapa Lamanya, Maka Segala Anak Raja Itu Pun Telah Besar-Besar, Maka Anaknya Yang Tua (Djulat Djarohsyah) Yang Bergelar Sultan Sri Alam Itu, Kabarnya Terlalu Gagah Dan Jahat.

             Maka Dengan Sebab Itu, Sultan Sri Alam Terus Merajuk Lalu Pergi Berjalan Meninggalkan Negeri, Diiringkan Oleh Beberapa Hamba Rakyat Dalam Negeri Itu Laki-Laki Dan Perempuan, Kabarnya Ada Kira-Kira 30 Kelamin, Maka Sultan Sri Alam Pun Beserta Pula Istrinya.

………………………………………….

Sehabis Putus Mufakat/Sepakat Sultan Sri Alamdengan Segala Pengiringnya,  Maka Teruslah  Membuat Kampung Dan Negeri Pada Tempat Itu. Maka Demikian Jalan  Kampung Itu Kampung Sembayang Tinggi. Maka Pada Waktu Itu Didirikanlah Oleh Sultan Sri Alam Seorang Orang Besar Bergelar datuk Ini Setia.Letaknya Kampung Itu jalan Sebelah  Mudik sungai Pusu Sekarang

Kutipan Curai Paparan Asal usul Raja dan Haba Rai’at Luhak Rokan IV Koto dalam Sejarah Asal Usul Orang Rao : Syamsirudin

Pada akhir abad ke 14 seorang raja perempuan kerajaan Rao di Koto Bonia Tinggi bernama Putri Sangkak Bulan mempunyai tujuh orang anak, enam orang laki – laki dan satu oramg perempuan, anaknya yang paling tua diberi nama Julat Joransyah dengan gelar Sultan Seri Alam. Dia sangat gagah dan sangat jahat sehingga saudara – saudaranya benci kepadanya, oleh karena itu Julat Joransyah merajuk dan berniat akan meninggalkan kampung kelahirannya (Koto Bonio Tinggi) niatnya ini disampaikannya kepada Ayahandanya dan bermohon agar diizinkan berjalan keluar dari Negeri Bonia Tinggi mencari tempat tinggal baru dengan membawa pengiring sebanyak 30 kelamin termasuk istrinya. Setelah mendapat izin dari ayahandanya maka berangkatlah rombongan ini kearah timur Bonio Tinggi dengan menghilirkan sungai Rokan (Sumpu) dengan memakai rakit dan perahu. Sampai disuatu tempat di pinggir sungai Rokan beliau dan pengiringnya berhenti dan membuat perkampungan serta tanah perladangan didaerah itu,kampung itu oleh Julat Joransyah diberi nama Koto Sembah Yang Tinggi. Julat joransyah diangkat menjadi Raja Rokan tahun 1340 M dan memerintah selama 41 tahun. Beliau wafat pada tahun 1382 M dan digantikan oleh anaknya yang bernama Tengku Panglima Raja dengan gelar Tengku Raja Rokan.

Hikayat Sultan Aceh Marhum (Sultan Iskandar Muda) dimelayukan dari Bahasa Aceh oleh T. Muhammad Sabil

Dalam Hikayat tersebut, Sultan Aceh berniat menyerang Johor. Sultan mengumpulkan bala tentara dari Aceh sendiri, Pidie, Meureude, Samalanga dan Peusangan.

Dan ke negeri Pidie, Meureudu, Samalanga dan Peusangan baginda menitahkan membuat surat …….”

Bala tentara tersebut berangkat dari Kuala Jambu Air, Pesangan.

Hatta pada waktu yang baik berangkatlah Sultan menuju ke kapal di kuala Jambu Ayi”

Negeri berdaulat pertama di luar Aceh menuju Johor adalah Asahan :

“Hatta tiada berapa lamanya sampailah pasukan kapal itu di laut Asahan. Maka teringatlah sultan pesan Putri Pahang, bahwa jikalau dibunyikan meriam di laut itu, niscaya terjadi peperangan dengan raja Asahan. “

Raja Asahan bergelar Sibayak.

……… karena Raja Asahan seorang raja yang gagah berani serta banyak rakyatnya. Akan raja Asahan itu bergelar Sibayak”

Dalam Hikayat tersebut, nama negeri Haru tidak disebut-sebut antara Aceh dan Asahan. Sementara nama Pasai disebut sebagai negeri sebelum Peusangan.

Kerajaan Haru merupakan sebuah kerajaan yang menguasai wilayah yang luas dari perbatasan kekuasaan Pasai di utara hingga perbatasan dengan kerajaan Rokan di Selatan. Kerajaan Haru memiliki kaitan dengan Rokan dan Rao Pasaman, tetapi juga memiliki kaitan dengan Suku Karo.

Penulis
Kategori Budaya, Sejarah

←LamaBaru →