Ghobro » info

Perjumpaan dengan kafilah sebagai bukti isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Berita isra miraj yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada khalayak kota Mekkah sangat menghebohkan. Kisah ini terasa sangat musykil bagi mereka dan karenanya orang-orang Quraisy meminta bukti kepada nabi Muhammad SAW. Salah satu bukti yang disampaikan oleh nabi besar Muhammad SAW adalah perjumpaan dengan kafilah dagang Quraisy dalam perjalanan.

Dikisahkan orang-orang Quraisy berkumpul di sisi Rasul SAW dan duduk di sekitarnya. Mereka menghujani Nabi Muhammad SAW dengan berbagai pertanyaan tentang Baitul Maqdis dan kafilah mereka.

Sahut Quraisy:

"Coba engkau terangkan kepada kami mengenai kafilah kami atau para pedagang kami yang telah berangkat ke Syria, apakah engkau menemui sesuatu dari mereka?"

Nabi Muhammad SAW menjawab:

"Ya, aku melewati onta-onta milik suku anu, bahkan mereka tengah sibuk mencari seekor ontanya yang tersesat jalan/hilang. Aku pun sempat meminum segelas air dari perbekalan mereka. Coba tanyakan itu nanti kalau mereka sudah pulang."

Sahut Quraisy:

"Ini suatu bukti. Kemudian terangkan pula kepada kami, kapan mereka itu pulang?"

Jawab Nabi Muhammad SAW:

"Aku melewati mereka di Tan'im (suatu tempat di dekat Makkah)".

Sahut Quraisy:

" Berapa jumlah, bawaan dan keadaan mereka serta siapa saja dalam kafilah itu?"

Nabi Muhammad SAW menjawab:

"Jumlahnya sekian, bawaannya sekian, keadaannya demikian dan di dalamnya ada si anu, si anu, malahan onta auraq membalap mereka, ialah onta yang berwarna seperti debu memuat 2 karung, dan tiba kepada kalian nanti di saat matahari terbit."

Quraisy menyambut:

"Ini juga merupakan suatu bukti lagi."

Kemudian kaum Quraisy keluar di akhir malam menunggu onta-onta/kafilah mereka untuk pembuktian atau menyatakan kebenaran berita langit. Lalu salah seorang dari mereka ada yang berkata:"Ini dia matahari telah terbit." Yang lain pun berkata:"Ini dia onta-onta/kafilah bermunculan, onta auraq datang terdahulu, di dalamnya ada si anu, si anu sesuai berita jawaban dari Nabi SAW".

Namun orang yang tertutup hatinya sebagaimana dinyatakan dalam alBaqarah akan tetap tertutup. Orang-orang Quraisy yang dasar manusia keras kepala tidak tahu diuntung, sekalipun telah berupaya dengan berbagai macam metode dalam penelitian, hingga mampu membuktikan kebenarannya, namun tetap bersikeras tidak mau beriman, bahkan mereka menganggapnya sebagai ilmu sihir. (Mauidhah)

Penulis
Kategori Aqidah, Islam

←LamaBaru →