Ghobro » info

Prabowo, bioethanol, singkong dan aren

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Dalam setiap iklannya, Prabowo biasanya tidak lupa menyebutkan tentang bioethanol dan perkebunan. Ada apa dengan bioethanol dan Prabowo?

Subsidi BBM

Sarana transportasi, baik barang maupun orang masih mengandalkan BBM sebagai andalannya. Kereta api yang menggunakan batu bara, jaringannya baru ada di Pulau Jawa, dan bagian yang pendek dari Sumatera dan Sulawesi. Karena kebutuhan ini, Indonesia perlu subsidi yang besar. Untuk tahun 2014, APBN menganggarkan subsidi sebesar RP. 210,735 trilyun. Suatu angka yang cukup besar.

Sementara itu, upaya pemerintah untuk mengurangi subsidi dihadapkan pada penolakan dari masyarakat dan resiko inflasi. Oleh karenanya, diperlukan solusi energi alternatif. Konversi BBM ke gas untuk keperluan rumah tangga, ternyata hanya memindahkan jenis subsidinya.

Bioethanol

Bioethanol adalah alkohol yang dibuat melalui fermentasi, umumnya dari karbohidrat yang dihasilkan dalam gula. Alkohol sendiri merupakan bahan bakar yang telah digunakan oleh manusia sejak zaman lampau. Empat alkohol alifatik pertama, yakni metanol, etanol, propanol dan butanol adalah jenis alkohol yang paling sering digunakan sebagai bahan bakar karena dapat disintesis secara biologi dan kimia. Biobutanol dan propanol merupakan bahan bakar yang paling menguntungkan karena kepadatan energinya hampir sama dengan bensin, hanya saja sulit diproduksi. Bioethanol diproduksi dengan cara fermentasi mikroba pada gula (glukosa dan sebagian fruktosa) seperti gula tebu, gula aren, tepung jagung, tepung singkong. Fermentasi akan menghasilkan cairan bir. Selanjutnya ethanol dipisahkan dari bir melalui proses distilasi.

Bioethanol yang murni (99,5%) memiliki beberapa manfaat yakni :

  1. Kerja mesin motor/mobil yang menggunakan bioethanol murni lebih bagus.
  2. Gas buang lebih sedikit polusinya, karena lebih banyak melepas karbondioksida daripada karbon monoksida.
  3. Pembakaran lebih sempurna.
  4. Asap lebih rama lingkungan.

Willie Smits

Ahli kehutanan, ahli mikrobiologi, pelestari alam, aktivis hak-hak binatang dan kewirausahaan nasional ini dilahirkan di Weurt, Gelderland, Belanda 22 Februari 1957. Smits hadir di Indonesia pada tahun 1980 dan menetap serta menjadi warga negara 5 tahun kemudian (1985). Smit mengenal aren pada tahun 1980 di Tomohon Sulawesi Utara.Dari penelitiannya, pohon aren paling produktif menghasilkan energi.

Pohon aren adalah raja fotosintesis, katanya, dapat menyimpan cahaya matahari dan disimpan dalam baterai kimia dalam bentuk gula yang kemudian dapat kita sulap sebagai bioethanol. Willie Smits berkenalan dengan Prabowo pada tahun 2007 ketika Smits menyampaikan ide kepada SBY, namun ide tersebut tidak direalisasikan.

Pohon Aren

Pohon aren bisa tumbuh dan paling cocok ditanam di lereng-lereng yang terjal dan mudah longsor. Dengan demikian, pohon aren tidak mengganggu lahan pertanian dan mengamankan air untuk lahan di bawahnya.  Gula aren dapat disulap menjadi minyak dan lemak yang lebih sehat dari minyak sawit dan dijadikan bioethanol.

Satu pohon aren di Minahasa dan Tapanuli Selatan dapat menghasilkan 17 liter nira per hari. Harga terendah nira sekarang Rp. 1.000,- artinya 8 pohon aren telah mampu menghasilkan Rp. 136.000,- per hari atau Rp. 4.000.000,- per bulan. Sudah lebih tinggi dari UMR Jakarta yang hanya Rp. 2.400.000,-

Singkong

Sayangnya, aren baru dapat berproduksi pada usia 5 tahun, dan baru maksimal pada usia 7 tahun. Solusi dari masalah tersebut adalah dengan mengombinasikannya dengan tanaman singkong. Singkong juga bisa menghasilkan ethanol secara langsung.

Penasehat Energi terbarukan Prabowo

Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa bila Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden, Willie Smits akan dijadikan staf ahli bidang energi terbarukan presiden. Program pengembangan bioethanol (aren + singkong) akan langsung dijalankan pada hari pertama.

Penulis
Kategori Demokrasi, Energi

←LamaBaru →