Ghobro » info

Tanggapan Tokoh atas Serangan Wiranto ke Prabowo

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Jenderal Wiranto, mantan Panglima ABRI dengan berkeringat menyatakan Prabowo dipecat dalam Dewan Kehormatan Perwira (DKP) karena dianggap terlibat kasus penculikan aktivis pada 1998. Atas hal itu, sejumlah tokoh telah menyatakan tanggapannya.

Akbar Tanjung permasalahkan kenapa diungkit sekarang

Kata Akbar, kasus yang membelit Prabowo tersebut sudah dianggap selesai dan berhenti dengan hormat.

"Kenapa sekarang diungkit-ungkit. Kenapa tidak diungkapkan di masa lima tahun lalu. Kan sebelum Prabowo menjadi orang nomor satu, jadi nomor dua. Nomor dua kan sudah dari 2009," kata Akbar Tandjung di acara deklarasi dukungan untuk Prabowo Hatta oleh eksponen masyarakat Jawa Tengah, Semarang, Sabtu (21/6/2014).

Kata Andre Rosiade Wiranto ambisi singkirkan Prabowo dan pernyataan Wiranto membuka kebohongannya

Mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Andre Rosiade menilai pernyataan Ketua Umum Partai Hanura yang juga mantan Panglima ABRI, Wiranto, terkait Surat Keputusan Panglima ABRI No. 838 tentang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) ilegal dan melawan hukum. Wiranto, selaku Pangab saat itu, telah menyalahi kewenangan, karena kewenangan Pangab hanya bisa membuat DKP untuk perwira menengah yaitu pangkat kolonel ke bawah sementera Prabowo Subianto saat telah berkedudukan sebagai perwira tinggi jenderal bintang tiga.

Menurutnya, selaku Panglima ABRI kala itu, Wiranto tidak berhak mengeluarkan Surat Keputusan terkait DKP, sebab Pangab tidak memiliki kewenangan membuat DKP untuk perwira tinggi seperti Prabowo Subianto yang saat itu jenderal bintang tiga. Prosedur pemeriksaan juga ilegal, karena pangkat pemeriksa harus lebih tinggi dari terperiksa. Pangkat di atas Prabowo hanya ada satu nama, yakni Jenderal Subagyo. Karena menyalahi wewenang, tindakan Wiranto inkonstitusional. Wiranto bernafsu melakukan tindakan ilegal dan inkonstitusional demi ambisi menyingkirkan Prabowo.

Karena menyadari tindakannya salah, Wiranto menyimpan secara pribadi surat itu. Panglima TNI, Jenderal Moeldoko melalui Kapuspen TNI mengemukakan tidak adanya arsip tersebut di Mabes TNI dan Sekretariat Umum (Setum). Wiranto membuka kasus tersebut setelah 16 tahun, dan akhirnya terbuka fakta kebohongannya.

Elza Syarif kecewa karena Wiranto tidak lagi memegang hati nurani rakyat

Elza Syarief, pendiri partai Hanura menyatakan kecewa atas sikap Wiranto. Sebagai anggota partai Hanura, Elza Syarief ingin anggota Partai Hanura selalu berpegang pada prinsip kemurnian hati rakyat, di mana hal-hal yang baik yang keluar dari perkataan dan perlakuan kader.

Menurut Elza :

  1. Tahun 1999, Wiranto pernah menyatakan Prabowo tidak terlibat.
  2. Wiranto ikut menzalimi Prabowo dengan isu tidak benar.

Ketidakbenaran isu HAM Prabowo tersebut:

  1. Prabowo menantu Soeharto, bukan menantu Habibie. Pada saat keputusan itu keluar, Soeharto saja tidak mampu membela dirinya.
  2. Hubungan hirarki Prabowo dengan Tim Mawar tidak ada, karena saat itu Prabowo Pangkostrad bukan Danjen Kopassus. Yang menjadi Danjen Kopassus adalah Mayjen Muchdi PR dan Kol Chairawan Dan Grup 4.

Lalu Mara Setiawangsa curiga jenderal purnawirawan pendukung Jokowi ketar-ketir bila Prabowo presiden

Wakil Sekjen DPP Golkar, Lalu Mara Setiawangsa merasa heran kenapa Wiranto mendaur ulang kasus 1998, padahal pada pilpres 2009, meski sama-sama bersaing, Wiranto tidak pernah menyerang Prabowo dengan persoalan tersebut. Mestinya kalau menjegal, lakukan sebelum KPU memutuskan. Di saat sekarang, isu pemecatan dan HAM merupakan upaya pembunuhan karakter Prabowo. Lalu Mara curiga, para jenderal purnawirawan ketar ketir bila Prabowo Presiden sebab mereka tidak bangga juniornya berhasil.

Kata Suryo Prabowo, Wirantolah yang Dipecat Gus Dur

Mantan Kasum ABRI, Letjen TNI Purnawirawan Suryo Prabowo menyatakan adalah produk politik Wiranto untuk menyelamatkan dirinya dari jerat hukum dengan mematikan karakter dan karir Prabowo Subianto. DKP itu cacat hukum karena DKP hanya bisa dibentuk untuk memeriksa perwira yang telah diadili di peradilan militer. Peradilan Prabowo diulur-ulur untuk menutupi keterlibatan petinggi ABRI, terutama Wiranto. Presiden Gus Durlah yang meminta Prabowo kembali ke Indonesia yang artinya Gus Dur melihat bahwa Prabowo tidak bersalah, sebaliknya Gus Durlah yang memecat Wiranto karena tahu Wirantolah pelanggar HAM yang sebenarnya. Upaya Wiranto kali ini, menurut Suryo Prabowo adalah untuk mengambil hati Megawati agar terlihat punya peran.

Eks PPI Timor Timur mengancam membeberkan perintah bumi hangus Timtim

Agustinus Pinto, salah seorang pejuang pro-integrasi TimTim mengancam akan membeberkan perintah bumi hangus. Kalau Prabowo terus disudutkan, eks PPI akan mengungkap secara transparan perintah tersebut.

Wiranto telah dibidik oleh Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (UNHCR) dalam peristiwa bumi hangus Timtim yang menewaskan ribuan penduduk Tim Tim. Untuk menyelamatka dirinya, Wiranto diduga telah mengorbankan tiga orang perwiranya, perwira yang dikenal dengan rivalnya, Prabowo Subianto. Mereka adalah :

  1. Mayjen TNI Kiki Syahnakri, Penguasa Darurat Timtim (Asops KSAD) yang dituduh terlibat pembunuhan warga sipil di Timtim setelah jajak pendapat.
  2. Mayjen Zacky A. Makarim yang dituduh merencanakan bumi hangus di Dilli setelah jajak pendapat dan mengatur skenario penyerangan di berbagai daerah dengan membunuh sekitar 20.000 masyarakat sipil di Timtim dari tanggal 1-10 Sep 1999.
  3. Mayjen Sjafrie Sjamsudin yang dituduh Dalang insiden 12 November 1991 dan membantu Zacky untuk operasi bumihangus di Timtim September 1999.

Kata Pelaku Sosmed, Wiranto sampah dan virus, Wiranto oportunis dan pecundang

Banyak tanggapan pelaku sosmed terhadap Wiranto, di antaranya Krisna al Bantani yang mengatakan Wiranto sampah dan virus. Tidak punya malu sebagai elit. Tidak memberi contoh dan teladan sebagai komandan dan senior. Ia mempertanyakan kenapa di saat pesta demokrasi baru bicara.

Kata Gerry Handriyan, Wiranto tidak manusiawi. Jadi capres/cawapres kalah, jadi timses tolol. Seorang yang bernama akun kolor ijo, mengatakan Wiranto oportunis dan pecung.

Penulis
Kategori Hukum, Demokrasi

←LamaBaru →