Cara mengatasi kerusakan dan kegagalan perjalanan
Kitab Addurrun Nafis karangan Syekh Muhammad Nafis bin Husin al Banjari yang ditransliterasi oleh KH Haderani AN selainkan mengungkap tiga sebab rusaknya perjalanan hamba menuju keredaan Allah dan empat sebab gagalnya untuk mencapai tujuan hamba yakni keredaan Allah. Tetapi, Syekh Muhammad Nafis juga mengungkapan cara mengatasinya.
Menuru Syek Muhammad Nafis al Banjari, agar kita terhindar dari kerusakan dan kegagalan ibadat, satu-satunya jalan yang dapat kita lakukan adalah dengan musyahadah. Kita harus memantapkan pandangan batin bahwa "segala apa pun yang terjadi pada hakekatnya/dasarnya adalah daripada Allah SWT."
Musyahadah tersebut dilakukan melalui pemantapan empat tauhid yakni:
- Tauhidul Af'al, yakni memantapkan dalam hati bahwa segala perbuatan adalah perbuatan Allah. Si hamba sama sekali tidak memiliki perbuatan.
- Tauhidul Asma, yakni memantapkan dalam hati bahwa segala asma pada hakekatnya adalah Asma Allah.
- Tauhidush Shifat, yakni memantapkan dalam hati bahwa segala sifat pada hakekatnya adalah sifat Allah. Yang ada pada hamba adalah mazhar WujudNya.
- Tauhiduz Zat, yakni kita pandang dengan mata kepala dan mata hati bahwasanya tidak ada yang maujud ini kecuali wujud Allah, fana segala zat apa pun termasuk zat kita sendiri di bawah zat Allah yang berdiri dengan sendirinya.
Keempat musyahadah tersebut disebut maqom fana yakni hilang sirna di bawah ahadiyatullah. Selanjutnya hamba memasuki maqom baqo yakni kekal dengan wahidiyatullah.
Maqom baqo meliputi:
- SYUHUDUL KASTRAH FIL WAHDAH, pandangan yang banyak pada yang satu, yakni segala yang bermacam ragam di alam semesta ini qo'im berdiri karena adanya Allah SWT.
- SYUHUDUL WAHDAH FIL KASTRAH, pandangan yang satu pada yang banyak, yakni Allahlah pada hakekatnya yang wujud pada segala zarratul-wujud.
25.08.2011. 00:24






