Fadilah bulan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan terakhir diantara 3 dari 4 bulan suci yang berikutan (berseri) dalam agama Islam, yakni Rajab, Sya'ban dan Ramadhan. Bulan Ramadhan juga dianggap bulan suci terbesar karena pada bulan ini segala fadilah-fadilah bulan suci menjadi sangat besar. Bulan Ramadhan menjadi teristimewa karena pada siang harinya umat Islam melaksanakan ibadah puasa yang wajib, suatu ibadah yang pahalanya khusus dihitung oleh Allah sendiri.
Sebagaimana bulan-bulan suci lainnya, bulan Ramadhan mengandung fadillah-fadillah yakni:
- Pengampunan dosa
- Penerimaan doa (bulan mustajab).
- Pelipatgandaan pahala
- Pembebasan dari siksa dan kegelapan
- Pembukaan jalan ke surga
Beberapa hadits dan riwayat yang menyebutkan fadilah-fadilah tersebut di antaranya:
- Siapa yang lega hati, menyambut kehadiran bulan Ramadhan, pasti Allah mengharamkan tubuhnya atas neraka apa saja.
- Pada malam pertama bulan Ramadhan, Allah berfirman, siapa mencintaiKu, pasti Akupun mencintainya. siapa mencari rahmatKu, pasti rahmatKu pun mencarinya dan siapa beristighfar kepadaKu, pasti Aku mengampuninya. berkat hormat Ramadhan, lalu Allah menyuruh malaikat mulia pencatat amal, khusus dalam bulan Ramadhan supaya menulis amal kebaikan semata, tidak mencatat laku kejahatan mereka, umat Muhammad, dan Allah menghapus dosa-dosa terdahulu bagi mereka.
- Zubdatul waidhin meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas ra mendengar Rasulullah SAW bersabda bahwa andaikata umatku tahu pasti tentang sesuatu yang tersembunyi dalam bulan Ramadhan, pasti mereka mengharap seluruh bulan dalam setahun menjadi bulan Ramadhan sebab ia menghimpun segala kebaikan dan taat yang dikabulkan, doa-doa dipenuhi (mustajab) segala laku dosa diampuni dan sorga merindukan mereka.
- Raunaqul majalis menceritakan bahwa nabi bersabda bahwa surga merindukan empat macam manusia yakni pembaca alQuran, pemelihara lisan dari ucapan keji dan munkar, pemberi makan orang yang lapar dan ahli puasa di bulan Ramadhan.
- Durratul waidhin meriwayatkan bahwa Allah SWT berfirman kepada Musa, "Sungguh, Aku telah memberi dua nur kepada umat Muhammad, supaya mereka tidak terancam dua kegelapan." Lalu Nabi Musa bertanya,"Apa yang dimaksud dengan dua nur tersebut, ya Tuhan?" JawabNya: "Yaitu Nur Ramadhan dan nur Al-Quran". Kemudian Musa bertanya lagi:"Apa yang dimaksud dengan dua kegelapan ya Tuhan?" JawabNya: "Itulah kegelapan di alam kubur dan kegelapan di hari kiamat"
Kitab Hayah menceritakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan turunnya wahyu:
- Shuhuf Ibrahim as diwahyukan malam awal Ramadhan.
- Kitab Taurat diwahyukan malam 6 Ramadhan, 700 tahun sesudah shuhuf Ibrahim.
- Kitab Zabur malam ke-12 Ramadhan, 500 tahun sesudah kitab Taurat.
- Kitab Injil malam ke-18 Ramadhan, 1200 tahun sesudah kitab Zabur.
- Kitab alQuran malam ke-27 Ramadhan, 620 tahun sesudah Injil.
05.08.2011. 22:56






