Hikmah Shalat
Ibdah yang bermacam-macam memang disengaja untuk hikmah yang berbeda. Tabiat jiwa seseorang adalah bosan, cenderung bergerak untuk mencari alternatif, pelaksanaannya dihadang oleh sejumlah tantangan. Jika amal-amal ibadah bermacam-macam, kondisinya berganti-ganti, semangatnya kembali bangkit, bosannya hilang sehingga dia menjadi giat melaksanakan ibadah, menyempurnakannya sesuai tuntutan. Kesempurnaan semacam ini dicintai oleh Allah. Lalu ada pertanyaan: apa hikmah diwajibkannya shalat dan hanya lima kali sehari semalam?
Al-Muhadits al-hafidz Qathabuddin al-Qasthalani dalam kitabnya Marashid as-Shalah fi Maqashid as-Shalah menjawab ada dua hikmah shalat lima waktu:
Hikmah Pertama.
Jiwa manusia suka syahwat, alpa, lalai, lupa dan bosan beramal, sehingga hikmah meniscayakan shalat mengingatkan kelupaannya, membangunkan kealpaannya, mengekang syahwatnya dengan memutusnya dari kebiasaan dan menuntunnya untuk bermunajat dengan Tuhan pelindungnya yang menjamin hidupnya dengan nikmat-nikmatNya dan memasoknya dengan kemurahatian dan kedermawananNya. Karena Dia tahu kelemahan manusia, Dia menjadikan ibadah ini di waktu yang biasanya luang dari aktivitas rutin, dan inilah hikmah pengurangannya dari lima puluh menjadi lima kali karena kasihan dan sayang kepada mereka.
Hikmah Kedua
Di dunia ini, manusia beramal untuk keselamatannya di akhirat. Pekerjaan ini mengandung penderitaan, kesulitan dan kelelahan. Untuk lulus melakukannya seseorang harus melampaui lima rintangan:
- Dunia dengan keburukan, cela, peringatan, kesibukan dan hubungan-hubungannya menghalangi seseorang mendapatkan kebahagiaan.
- Kematian dan sesuatu yang dikhawatirkan darinya, yaitu cobaan, beratnya sekarat, hal-hal dan rasa sakit luar biasa yang bisa dilihat dan dirasakan ketika sekarat.
- Kuburan yang sempit dan seram dan pertanyaan Munkar Nakir. Semua itu sulit dan berbahaya.
- Padang mahsyar (tempat manusia dikumpulkan setelah dibangkitkan) dan kepanikannya dengan ketakutan yang sangat dan trauma yang pasti.
- Hisab (penghitungan) dan siksa yang ditakutkan darinya setelah dipersalahkan.
Mendirikan shalat yang lima akan memudahkan melalui rintangan-rintangan ini untuk mendapatkan kebahagiaan di tempat kemudian.
Wallahu alam bissawab.
28.06.2011. 16:09






