Niacin dan Piridoksin
Setelah thiamin dan riboflavin, jenis vitamin yang larut dalam air berikutnya adalah niacin dan piridoksin.
Niacin
Niacin adalah vitamin yang membentuk koenzim NAD dan NADP yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme glukosa, lemak dan alkohol. Niacin dapat dibuat oleh tubuh dari asam amino triptophan. Niacin membantu kesehatan kulit, system syaraf dan system pencernaan.
Niacin disebut juga asam nikotinat, nicotinamida, niasinamida dan tentu saja vitamin B3. RDA untuk niacin adalah 6,6 mg NE /1000 kkal. NE (Niacin Equivalents) adalah jumlah niacin yang diperoleh dalam makanan termasuk yang dibuat dari prekusor asam amino triptophan. 1 mg niacin dapat dihasilkan dari 60 mg asam amino triptophan. Niacin didapat dari daging, unggas, ikan, roti, sereal (biji-bijian), jamur, asparagus dan sayuran hijau. Kekurangan niacin disebut pellagra dapat menimbulkan gejala dermatitis, diare, dementia, kehilangan nafsu makan, lemah dan kebingungan mental. Niacin dalam jumlah besar dapat meracuni system syaraf, lemak dan darah ( dengan gejala seperti muntah, lidah membengkak dan pingsan), fungsi hati dan tekanan darah.
Piridoksin
Piridoksin dikenal juga dengan nama piridoksal, piridoksamin atau Vitamin B6. Piridoksin adalah vitamin yang membantu tubuh mensitesis asam amino nonesensial dan produksi sel darah merah. Piridoksin berperan dalam metabolisme asam amino dan asam lemak. RDA untuk piridoksin adalah 0,16mg/g protein.
Piridoksin didapat dari daging, ikan, unggas, kentang, sayuran hijau dan buah berwarna ungu. Kekurangan piridoksin mengakibatkan kegagalan pertumbuhan, kerusakan fungsi motorik, sawan, lemah, lekas marah dan susah tidur. Piridoksin dalam dosis tinggi mengakibatkan kerusakan syaraf yang dimulai dengan mati rasa pada kaki, tangan dan mulut, kesulitan berjalan, kelelahan dan sakit kepala.
17.07.2011. 23:53






