Antara CIC dan CISS
Berdasarkan input yang digunakan untuk menghasilkan cetakan, printer dapat dibedakan atas tiga jenis yakni dot matrix, inkjet dan laserjet. Printer dot matrix untuk menghasilkan cetakan menggunakan pita, inkjet menggunakan tinta cair dan laserjet menggunakan tinta bubuk. Dot matrix menghasilkan kualitas printing yang paling rendah. Laserjet merupakan printer yang mahal. Oleh karenanya, inkjet printer merupakan printer yang paling favorit karena kualitas printing yang bagus dengan harga yang murah.
Tinta yang digunakan untuk mencetak ditempatkan pada cartridge yang kapasitasnya kecil. Apabila harus menukar cartridge original setiap kali tinta habis, tentu saja biaya printing akan menjadi mahal. Solusinya ditempuh tiga cara:
- Membelah atau melubangi cartridge original agar dapat disuntikkan tinta isi ulang.
- Memodifikasi printer dengan menghubungkan dengan menggunakan selang pada tabung isi ulang yang diletakkan di luar printer.
- Menggunakan cartridge modifikasi yang dapat disuntik ulang tanpa harus melepasnya dari printhead.
Cara pertama merupakan cara yang paling banyak dilakukan karena tidak membutuhkan investasi tambahan, tetapi dengan resiko kerepotan dan resiko kerusakan printhead yang sangat besar. Setelah beberapa kali disuntik ulang, tingkat kebekuan pada cartridge akan membesar sehingga cartridge sudah sangat sulit dibersihkan. Terlalu sering membersihkan cartridge juga menimbulkan ink waste absorption problem.
Teknik kedua dikenal dengan nama Continous Ink Suply System (CISS) yang menawarkan beberapa keunggulan:
- Penghematan biaya cetak karena mampu menghasilkan jumlah halaman cetak yang lebih besar jika dibandingkan dengan cartridge orisinal maupun tinta refill. Dengan kemampuan kontrol tinta, dapat mengurangi tinta/kertas yang terbuang.
- Tabung yang transparan memungkinkan kemampuan memonitor kondisi tinta.
- Karena jarang dibuka, printhead bisa lebih tahan lama.
Namun, CISS memiliki kelemahan yakni:
- Batalnya garansi karena harus memodifikasi printer.
- Kesulitan dalam memindahkan printer karena adanya tambahan tabung dan selang.
- Selang yang panjang seringkali masuk angin.
- Cepat mendapatkan pesan ink waste absorption full karena menggenjot tinta keluar dari tabung dengan sistem cleaning.
Dengan ditawarkannya L100, L200 dan L800 dari EPSON yang menawarkan sistem CISS original dan terintegrasi keempat kelemahan tersebut telah tertutupi tetapi dengan resiko menukar ulang printer (membuang printer lama).
Teknik ketiga dikenal dengan nama Continous Ink Cartridge atau disebut juga mini infus. CIC merupakan cartridge modifikasi yang memungkinkan isi ulang tinta tanpa harus melepasnya dari printhead dan dengan dukungan teknologi tahan angin. CIC mampu menyerap semua keunggulan CISS dan menutupi kelemahannya karena CIC tidak mengharuskan modifikasi pada printer. Kelemahannya daya tampung tintanya lebih sedikit dan jaringan distribusinya belum seterjangkau CISS yang dapat dikatakan telah merata di seluruh pelosok tanah air.
21.07.2011. 00:10






