Ghobro » kritik

Asal Usul Dinasti Syailendra

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Sarjana berbeda pendapat mengenai asal usul keluarga Syailendra. Ada yang mengatakan dari Funan, dari India dan ada dari Sumatera.

Sriwijaya adalah negara maritim yang mengendalikan lebih dari 24.000 pulau. Ada dua dinasti yang diduga memerintah Sriwijaya, yakni Dinasti Syailendra dan Dinasti Sanjaya.  Beberapa sarjana mengatakan kedua dinasti tersebut satu.

Sebelum Sriwijaya ada kerajaan lain seperti Tarumanegara dan Kutai. Kerajaan-kerajaan tersebut dipengaruhi Pallawa dan Kalinga.

Pendapat tentang asal usul Syailendra

Beberapa pendapat tentang asal usul Syailendra sebagai berikut :

  1. Majumdar beranggapan Syailendra di Sumatera dan di Medang Jawa berasal dari Kalingga India. Moens beranggapan Syailendra berasal dari India dan menetap di Palembang. Setelah kedatangan Dapunta Hyang, Syailendra pindah ke Jawa. Nilakanta Sastri juga berpendapat Syailendra dari India.
  2. Menurut George Coedes, ketika kerajaan Funan runtuh, keluarga kerajaan ini pindah ke Medang Jawa dan muncul sebagai dinasti Syailendra.
  3. Berdasarkan Carita Parahyangan dan prasasti Sojomerto, Purbacaraka berpendapat Sanjaya dan Syailendra wangsa yang sama. Wangsa ini mulanya beragama Siwa, tetapi sejak Rakai Panangkaran pindah memeluk Budha. Menurut Boechari, Dapunta Selendra dalam prasasti Sojomerto adalah bakal Dinasti Selendra di Medang. Karena bangsa pribumi, mereka menggunakan bahasa Melayu Kuna bukan bahasa Sanskerta.

ARTI SAILENDRA

Saila adalah kata Sanskerta untuk bukit atau gunung. Indra atau Raja berarti Tuan.

Dinasti-dinasti lain yang menggunakan istilah serupa adalah :

  1. Funan di Delta Mekong diperintah Dinasti Sailaraja.
  2. Dinasti Sailobhava memerintah Kalinga 550 – 736 M.

DEVENDRA

Kata Indra juga mengacu ke salah satu dewa Hindu. Dewa Indra dikenal sebagai Devendra penguasa para dewa di surga. Sailendri mengacu pada Dewi Parvathi. Suaminya Shiva juga disebut Sailendra. Raja-raja Pandyan sebelum Funan dan Sriwijaya menggunakan nama Saila menggelari diri “Minankita Sailendra” yang berarti Tuan dengan lambang ikan. Ini terkait dengan Siwa, karena Siwa dewa utama Pandyan.

Kerajaan PANDYAN juga dikenal dengan beberapa nama :

  1. MALAYAN (Penguasa Bukit).
  2. THENNAVAN (Orang Selatan).
  3. PANCHAVAN (5 orang) karena memerintah dengan 5 raja, 1 raja utama.

Disebut Malayan karena kerajaan awal mereka lebih jauh ke selatan dari India di masa lalu. Dari itu dikenal sebagai KUMARI dan terdiri dari rantai pulau dengan banyak puncak gunung. GUNUNG MERU asli dikatakan ada di sini.

SURYAWANGSA DAN CHANDRAWANGSA

Menurut tradisi Hindu, nenek moyang manusia adalah MANU anak SURYA(Matahari). Oleh karenanya, manusia disebut MANUSHA (Sansekerta), MANUSHAN (Tamil) dan MANUSIA (Melayu). Selama banjir besar, MANU diselamatkan WISNU dalam bentuk MATSYA AVATAR (ikan). MANU memiliki 10 anak. Anaknya ISHVAKU menurunkan SURYAWANGSA (diambil dari nama kakeknya SURYA). Adik ISHVAKU, dinikahi oleh anak Budha : CHANDRA (Bulan) menurunkan CHANDRAWANGSA.

Sesuai tradisi Hindu, keluarga kerajaan besar di India dilahirkan oleh SURYAWANGSA atau CHANDRAWANGSA. Garis keturunan lain yang terbentuk adalah NAGAVAMSA, INDRAVAMSA dan AGNIVAMSA. Perkawinan dengan garis keturunan sama tidak diperbolehkan.

Pandya adalah Chandrawangsa

Chola adalah Suryawangsa.

Pandya dari Suryawangsa menikahi Indrawangsa. ARJUNA pangeran dari PANDU dan KUNTI yang sebenarnya putra INDRA sendiri menikahi putri Pandyan. Festival kuno dilakukan di Pandyan untuk menghormati Indra yang disebut INDRA VIZHA.

PANDYA DAN KALINGA

Kalinga memiliki dinasti Sailobhava. Ketika Kalinga ingin mendirikan koloni di SRI LANKA, ia menikahi putri PANDYAN. Pandya kuat antara 3 SM – 3 M. Pandya menurun akibat invasi KALABHRAS. Pada abad ke-6, bersama-sama PALLAVAS mereka mengalahkan KALABHRAS.  Pada saat Pallawa kuat daripada Pandya, mereka melebarkan sayapnya ke Asia Tenggara. Kemudian PANDYA di bawah CHOLA.  Saat itu baik mereka hidup sebagai taklukan, atau tetap dalam pengasingan.

Sejarahwan Burma, Prof.Dr. Than Tun (6 April 1923-30 November 2005) mengatakan, ketika pasukan Funan menarik diri dari PUGAMA atau PUGAMADAVARA pada 225 M, pasukan Mon dan pasukan Pandya yang menempatinya. sehingga berganti nama menjadi PANDYAPURA (sekarang PANTHWA).

Di Assam ada dinasti AHOM, yang INDRAWANGSA yang terkait dengan keturunan PANDYA yang menikahi Mon.

PRASASTI NALANDA

Di Nalanda, Bihar ada prasasti yang ditulis tahun 860 M menyebutkan BALAPUTRADEWA penguasa SAILENDRA dari SRIWIJAYA putra SAMARAGRIWA dan TARA putri DARMASETU. DARMASETU adalah ras bulan yang berarti CANDRAWANGSA. Perak regalia berisi CHAP HALILINTAR.  Stempel ini diwarisi dari PARAMESWARA. Petir atau guntur mewakili Dewa Hindu Indra.

SULTAN PERAK sejak 1636 merupakan keturunan keluarga SIAK SRI INDRAPURA di Aceh. SIAK SRI INDRAPURA berarti SIAK KOTA INDRA. Dalam penobatan Raja Perak dibacakan Chiri.Penguasa ditujukan sebagai MAHARAJA INDRA CHANDRA BHUPATI. Artinya, keluarga kerajaan Perak adalah dari CHANDRAWANGSA dan INDRAWANGSA.

Kultus AGASTYA dibawa ke Indonesia abad ke-7. Penyembahan Rishi Agastya dikaitkan dengan tradisi tamil SIDDHA, karena di India Utara Agastya tidak populer. Di Indonesia, Agastya dikenal sebagai BATARA GURU. Agastya juga merupakan KULAGURU(pendeta keluarga) dari keluarga Pandya.

Penulis
Kategori Sejarah

←LamaBaru →