Ghobro » kritik

Rachmawati, Surya Paloh, Prabowo dan Nasdem

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, sebagaimana diberitakan INILAH, menyatakan telah memecat Rachmawati Soekarnoputri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem karena perbedaan pandangan yang tidak sesuai dengan etika disiplin organisasi.  Sebagai pengganti, ditunjuk Maxin Gunawan.Ada apa?

Dulu Demi Rachmawati, Surya Paloh rela sampai tidak gosok gigi

Surya Paloh dan Rachmawati Soekarnoputri adalah rekan di Universitas Bung Karno (UBK). Tahun lalu, Surya Paloh diangkat Rachma sebagai salah seorang anggota dewan penyantun UBK. Keduanya berteman sejak 1981. Ini pengakuan Surya Paloh di ultah Rachma tahun 2012 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Untuk menghadiri ultah tersebut, Surya Paloh tidak sempat mandi, ganti baju dan gosok gigi. Dari Bandara Halim Perdanakusumah, Surya Paloh bergegas ke Hotel Indonesia Kempinski menembus kemacetan Jakarta sehingga sempat mengucapkan pada perayaan tersebut bahwa Rachmawati adalah sosok yang mempunyai semangat tinggi, idealis dan selalu mengaktualisasikan diri bagi bangsa. Sosok Rachmawati menurut Surya Paloh adalah sosok yang tidak mau menyerah.

Sumber foto : RMOL (http://www.rmol.co/images/berita/normal/580113_02045306082014_orasi-berapi-api-surya-paloh-kritik-kemacetan-jakarta-014-nfi.jpg)

Surya Paloh Otoriter

Tetapi pilpres 2014 mengubah segalanya. Janji untuk tidak ikut-ikut pilpres 2014 jika gagal tiga besar dikhianati Surya Paloh. Pagi-pagi, Surya Paloh mendatangi PDIP dan menyatakan kesediaan diri menjadi bagian koalisi PDIP dan mendukung Jokowi. Protes Rachma yang intinya mengingatkan mekanisme organisasi untuk membicarakan hal itu tidak digubris Surya Paloh. Ia seperti main kucing-kucingan dengan Rachma. Dua kali Rachma berkirim surat mengingatkan, yakni tanggal 4 Juni dan 2 Juli, tetapi tidak digubris oleh Surya Paloh.

Rachmawati dan Tanoe hanya dimanfaatkan Nasdem

Rachmawati mengalami nasib yang sama dengan Harry Tanoesudibyo yang pernah diangkat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Keduanya hanyalah sebagai pengerek pembesar partai. Tetapi, fungsinya tidak pernah direalisasikan. Suara Rachmawati sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem tidak pernah didengar. Dukungan terhadap Jokowi tidak pernah dibahas di Rapat Pleno.

Rachmawati tidak ingin terlibat penghancuran NKRI

Rachma menyatakan, tidak ingin terlibat dalam proses penghancuran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah mengetahui Partai Nasdem berkoalisi dengan PDIP. Koalisi dengan PDIP berarti koalisi dengan Megawati, kata Rachma. Megawati adalah salah satu orang yang mengubah konstitusi dan membagi Pancasila menjadi 4 (empat) pilar : Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Empat pilar dimuat dalam pasal 34 ayat 3 b UU No 2 tahun 2011 tentang Partai Politik. Pasal yang menjabarkan Pendidikan Politik sebagaimana pasal 3a tersebut kemudian dihapus oleh MK dalam keputusannya Kamis 3 April 2014 karena dinilai bertentangan dengan UUD ‘45.

Nasdem Tidak Bertanggung Jawab dan Membohongi Restorasi  Politik karena Rachmawati Sudah Mengundurkan Diri

Di Viva, Rachmawati menyatakan bahwa pada tanggal 23 Juli 2014 sudah memberikan surat pengunduran diri. Pada waktu surat diserahkan, tidak ada yang menegur dan menggubris suratnya. Pernyataan DPP Nasdem mengenai dirinya tidak bertanggung jawab dan membohongi restorasi politik. Nasdem telah melakukan konsensus dengan asing karena berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Rachmawati sebagai anak Bung Karno tidak mendukung Jokowi karena pertimbangan sosiologis dan ideologis.

Surya Paloh tidak konsisten

Rachmawati, sebagaimana diberitakan okezone, menyatakan bahwa Surya Paloh selaku Ketua Partai Nasdem tidak konsisten. Koalisi dengan PDIP akan menghilangkan kemungkinan pengusutan kasus korupsi di era Megawati Soekarnoputri. Kasus BLBI, penjualan aset negara, korupsi Walikota Solo dan Gubernur Jakarta akan lenyap jika Jokowi-JK berkuasa.

Surya Paloh pernah mengatakan bahwa jika tidak masuk tiga besar, Nasdem tidak akan membahas pilpres dan akan menjadi oposisi. Dengan demikian, Surya Paloh tidak konsisten, kata Rachmawati.

Rachmawati independen, bukan pendukung Prabowo Subianto – Hatta Radjasa

Selama pilpres, Rachmawati pernah menyatakan bahwa pengaitan kasus HAM ke Prabowo tidak tepat, karena sebagai prajurit yang saptamargais, Prabowo hanya menjalankan perintah atasan. Barangkali, itulah alasan Rachmawati dianggap pendukung Prabowo Subianto. Tetapi, Rachmawati menolak. Di OKEZONE, Rachmawati menjelaskan bahwa dia tidak mendukung pasangan nomor urut satu tersebut. Dia tidak berpihak, katanya, dia independen.  Rachmawati menolak hasil pilpres karena terjadi banyak kecurangan dan sudah mencederai demokrasi. Rachmawati menuding pilpres diintervensi asing melalui pemberian konsultan politik. Ada bentuk konsesi bisnis dalam pilpres kali ini. Karenanya, menurut Rachmawati, penolakan hasil pilpres 2014 adalah tanggung jawab ideologis anak Bung Karno.

Di dalam tim transisi Jokowi yang terdiri dari profesional (Anies Baswedan, Rini Soewandi Soemarno, Andi Widjajanto), PDIP (Hasto Kristiyanto), Nasdem (Akbar Faisal) terlihat peran orang-orang Neolib : Anies Baswedan, Rini Soewandi, Chatib Bisri. Rini Soewandi  yang lahir di Maryland, 9 Juni 1958.Direktur PT Astra Indonesia, Edward Soerjadjaja memiliki peran dalam kasus BLBI.

Manuver politik Surya Paloh dan Nasdem hanya retorika

Rachmawati Soekarnoputri melepaskan jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem karena menganggap Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tidak satu cita-cita dan idealisme dengan dirinya. Manuver politik Surya Paloh dan elit Nasdem sama sekali tidak memperlihatkan keinginan merestorasi Indonesia menuju kebangkitan yang hakiki. Apa yang mau direstorasi, kata Rachmawati. Sekarang terlihat jelas, Nasdem menjadi proxy asing, proxy kepentingan kapitalis.

Mega, PDIP dan Jokowi setali tiga uang. Tidak akan berani menghadapi kepentingan asing. Alih-alih, hanya menjadi kepanjangan tangan kepentingan asing, seperti saat Mega berkuasa 2001-2004.

Surat Rachmawati

Dikutip dari RMOL,

Jakarta, 23 Juli 2014
Kepada Yth. Ketua Umum DPP Partai NasDem
Jl. RP Soeroso No 44, Menteng Jakarta Pusat
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Hj. Rachmawati Soekarnoputri, SH.
Jabatan: Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem
dengan ini menyatakan:

  1. Bahwa melalui Surat Dewan Pertimbangan Partai NasDem kepada Ketua Umum DPP Partai NasDem tanggal 4 Juni 2014 perihal Pasca Pileg yang gagal meraih tiga besar serta dukungan terhadap capres Jokowi yang tidak dibahas dalam Rapat Pleno dan tidak ada kajian politik, telah tersampaikan dan disusul dengan Notice Dewan Pertimbangan Partai NasDem tanggal 2 Juli 2014 tentang koalisi mendukung Jokowi-JK, telah terkoreksi melalui kajian politik hukum dan hukum politik, secara akademis dapat disimpulkan bahwa jauh panggang dari api untk mewujudkan Restorasi sebagai garis perjuangan Partai NasDem, dan justru berputar terbalik, melindungi koruptor dan melangkah mundur demi kepentingan asing yang mengancam keutuhan NKRI.
  2. Tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh KPU, Bawaslu, dan jajarannya telah dikuasai dan dikendalikan oleh asing. Garis perjuangan Restorasi demi Indonesia yang lebih baik telah terkubur dan lahirlan Degadrasi dan Disintegrasi bangsa yang secara massif telah menghancurkan peri kehidupan berbangsa dan bernegara.
  3. Atas dasar fakta yang tidak dapat dipungkiri di atas, terhitung sejak hari ini, Kamis tanggal 24 Juli 2014 saya menyatakan mengundurkan diri dari Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem, karena saya tidak ingin terlibat dan tidak ingin diikutsertakan dalam proses penghancuran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
    Dalam bagian akhir pernyataan ini sata tetap sadar dan teguh pada keyakinan dan tetap konsisten pada garis perjuangan suci membela dan mempertahankan NKRI hingg titik darah terakhir, semoga para sahabat yang larut di persimpangan jalan, sadar dan kembali ke jalan/garis perjuangan yang benar.

Demikian pernyataan pengunduran diri saya sampaikan. Atas kerjasamanya selama ini disampaikan terima kasih.
Saya yang membuat pernyataan,
Hj. Rachmawati Soekarnoputri, SH.

Penulis
Kategori Demokrasi, Organisasi

←LamaBaru →