Ghobro » kritik

SBY adalah Carter Indonesia

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Presiden AS Jimmy Carter dikenal sebagai presiden yang berotak paling cemerlang. Ia adalah ahli di bidang nuklir. Pria kelahiran Plains, Georgia, 1 Oktober 1924 ini adalah pemenang Nobel Perdamaian 2002. Jimmy Carter menduduki jabatan Presiden AS dari 20 Januari 1977 sampai dengan tanggal 20 Januari 1981. Bagaimana perbandingan Carter dengan SBY?

SBY dan Carter tekun dan pekerja keras

Jimmy Carter dikenal sebagai presiden yang bekerja paling keras dan tekun selama masa jabatannya. SBY pun berhasil mengangkat derajat Indonesia dalam ekonomi global menjadi negara yang sudah masuk G20.

Kasus Visa Shah Iran

Shah Iran yang diasingkan di Acapulco ingin pergi ke New York untuk berobat. Untuk masuk ia perlu visa Amerika. Karena takut akibat yang terjadi di Iran yang sedang bermusuhan dengan Amerika, Carter sempat menolak permohonan visa Shah Iran tersebut. Tetapi Shah tetap ngotot, sampai akhirnya Carter mengeluarkan visa itu. Akibatnya, rakyat Iran sangat marah. Diplomat Amerika di Teheran disandera. Carter mengubah pikirannya untuk tidak menerima Shah Iran di Amerika dan memintanya segera ke Panama untuk meredakan suasana.

Kasus RUU Pilkada

Kementerian Dalam Negeri telah lama mewacanakan pengembalian pilkada langsung, terutama untuk gubernur ke DPRD. Alasannya, gubernur hanyalah wakil pemerintah di daerah. Biaya dan ekses pilkada langsung sangat besar. Wacana tersebut telah didukung oleh NU dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia. Konon, SBY hadir dalam konbes pengurus NU.

Meskipun pada mulanya KMP sebagian besar menolak wacana ini, tetapi komunikasi intensif di antara pimpinan partai KMP membuahkan hasil bulat. RUU Pilkada pun disahkan dengan pengembalian pilkada ke DPRD.

Anehnya, menjelang pengesahan RUU, SBY memberikan konferensi pers mendukung pilkada langsung. Pernyataan SBY tersebut sempat dipuji oleh PDIP. Tetapi, WO Demokrat ternyata menghancurkan harapan PDIP. PDIP merasa seperti anak yang dikibuli. Demo dan serangan melalui twitter pun gencar ditujukan kepada SBY.

Menghadapi serbuan tersebut, SBY pun mengeluarkan Perpu Pilkada Langsung. Dan SBY pun sumringah menerima twitteran bernada terima kasih.

Kasus Yaser Arafat

PBB mengundang Yaser Arafat sebagai pemimpin PLO untuk menyampaikan pidatonya di Majelis Umum di New York. Untuk itu, dia perlu visa Amerika. Namun Reagan dengan tegas menjawab,”Maaf, tahun ini kami tidak akan mengeluarkan visa untuk para teroris.” Keputusan Reagan tersebut bertentangan dengan prinsip keterbukaan yang sudah disepakati sebagai negara di mana markas PBB berada. Untuk mengatasi kebuntuan itu, sidang Majelis Umum memutuskan dengan hasil 150 suara setuju dan 2 suara menolak untuk memindahkan tempat pertemuan ke Jenewa. 2 yang menolak tersebut adalah Israel dan Amerika Serikat.

Carter dan SBY sama-sama tidak tegas, sama-sama plin-plan, sama-sama lamban

Menurut Roger Dawson, Jimmy Carter terlambat membuat keputusan dalam menghadapi masalah yang genting. Carter sering merasa kurang mantap dengan pertimbangannya sendiri. Sementara Reagan, selalu mantap dengan keputusannya. Reagan tidak pernah merasa langkahnya melenceng dan berharap ingin mencabutnya. Sekali Reagan membuat keputusan, maka ia pertahankan. Aspek moral dari keputusan Reagan tersebut, ketegasannya mendapatkan respek, sebagai sumber pengaruh.

Menilik cara SBY menghadapi kasus pilkada, terlihat bahwa SBY memiliki karakter yang sama dengan Carter. Di akhir jabatannya, SBY tetap menjadi seorang yang kelihatan tidak berani menanggung resiko. Oleh karenanya, sangat wajar apabila ada pihak-pihak yang menurun respeknya kepada SBY.

Penulis
Kategori Demokrasi, Management

←LamaBaru →