Ghobro » kritik

Strategi Hendropriyono untungkan Prabowo

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Jokowi – JK menunjuk AM Hendropriyono sebagai Ketua Tim Sukses. Dengan penunjukan ini, Jokowi – JK mungkin berharap persepsi masyarakat terhadap kerapuhan tim pertahanan negara pada pasangan capres  cawapres sipil ini dapat tertutupi. Tetapi dalam kenyataannya, strategi tersebut ternyata menguntungkan Prabowo – Hatta.

Ada beberapa strategi Hendropriyono yang menguntungkan Prabowo – Hatta, yakni :

  1. Rekrutmen tokoh JIL membangkitkan dukungan ulama kepada Prabowo – Hatta.

Tim Jokowi – JK menghalalkan segala cara

Pelecehan yang dilakukan oleh Wimar Witoelar terhadap Muhammadiyah, Darut Tauhid dan Islam secara umumnya menunjukkan bahwa Tim Jokowi – JK mencari dukungan dengan cara yang tidak elegan. Menurut Ahmad Rofiq, mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Wimar Witoelar telah melakukan upaya penistaan dan pembunuhan karakter terhadap institusi dan tokoh Islam. Jokowi-JK melakukan upaya kampanye hitam yang sistematis. Jokowi-JK melakukan gerakan pembusukan dan penistaan.

Isu Pelanggaran HAM Prabowo mengingatkan pelanggaran HAM oleh Kelompok Moerdani dan Soekarno

Ulah Hendropriyono dan kawan-kawan yang terus menggelindingkan isu HAM telah menyatukan para korban HAM di era Moerdani dan Soekarno. Hendropriyono sendiri adalah pelaku pelanggaran HAM Talangsari, Wiranto adalah pelaku pelanggaran HAM Timtim yang pernah diusulkan diseret ke Pengadilan HAM Denhag. Adian Napitupulu adalah aktivits Forkot yang dibiayai oleh CSIS yang dekat dengan LB Moerdani. LB Moerdani adalah otak di balik sejumlah pelanggaran HAM di Aceh, Priok dan Lampung.

Prof. Mahfud MD menyatakan bahwa kalau isu HAM masa lalu diangkat, apalagi dengan rencana pengusutan kembali pelanggaran HAM oleh tokoh yang sudah meninggal, maka pengusutan HAM akan sampai ke Soekarno.

Pelintiran Tribunnews mengingatkan korban PRRI/Permesta, DI-TII, RMS dan Madiun

Tribunnews memelintirkan ucapan Prof. Mahfud dengan mengatakan bahwa Prof. Mahfud menyebutkan Soekarno melanggar HAM. Prof. Mahfud menyangkal menyebutkan hal itu, tetapi pelintiran Tribunnews tersebut justeru akan mengingatkan eks korban PRRI. Setelah PRRI kalah, komunis yang membonceng pasukan Yani, melakukan pembantaian terhadap rakyat Sumatera, menjadikan masjid sebagai kandang kuda. TNI di zaman Soekarno juga telah melakukan pelanggaran kemanusiaan di Maluku terhadap pendukung RMS, di Papua terhadap pendukung OPM, di Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah terhadap pendukung DI-TII, di Sulawesi Utara terhadap pendukung Permesta dan diduga di Madiun terhadap Tan Malaka. Soekarno gagal mengamankan pembantaian para kyai di Jawa oleh komunis.

Pemenggalan Ucapan Gubernur Sumut menurunkan nilai Metro TV

Metro TV 17 Juni 2014 menulis berita Gubernur Sumut bersedia mundur dari Ketua Timses Prabowo-Hatta. Atas pemberitaan tersebut, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho menyatakan keberatannya. Bahkan ada usulan untuk mendemo stasiun TV milik pendukung Jokowi, Surya Paloh, politisi Partai Nasdem tersebut.

Menurut Gatot, pada saat apel gabungan TNI, Polri dan Pemda 17 Juni ditambah dialog kebangsaan di Makodam I Bukit Barisan, "Ada pertanyaan, apakah posisi gubernur dijamin netralitasnya? Saja jawab, dalam pileg terbukti hasil suara tersebar secara merata, dan PKS tidak pada posisi teratas sekalipun. Lalu pertanyaan soal posisi saya sebagai gubernur. Kalau itu tidak benar (tidak diperbolehkan), silahkan kalau tidak diperbolehkan saya siap mundur.  Stasiun televisi itu tidak fair dan memenggal ucapan saya," katanya.

Gatot memastikan, pihaknya juga akan melaporkan hal tersebut ke dewan pers. "Yang efektif kami akan melaporkan ke dewan pers," pungkasnya.

Minimnya Pendukung Jokowi di Tim Sukses mengindikasikan Jokowi boneka

Menyimak susunan Tim Sukses Jokowi-JK, terlihat bahwa kelompok Andi Widjajanto, putera Jenderal Theo Syafei yang dekat dengan Moerdani serta CSIS lebih mendominasi. Dominasi kedua oleh kelompok JK yang digawangi Surya Paloh. Dan kemudian barulah tokoh-tokoh PDIP yang dekat dengan Megawati. Hampir tidak terlihat tokoh-tokoh relawan pengusung Jokowi dari Seknas.

Dari susunan tim sukses saja terlihat, bahwa Jokowi tidak memiliki kendali atas timnya. Jika terpilih, Jokowi tentu harus membalas jasa terhadap mereka.

Dukungan tokoh JIL dan CSIS yang dominan meningkatkan ukhuwah Islamiah untuk mendukung Prabowo - Hatta

Tokoh-tokoh yang dikenal merupakan tokoh-tokoh JIL dan CSIS sangat dominan dalam memberikan dukungan kepada Jokowi. Hal ini membangkitkan ukhuwah Islamiah di antara umat Islam. Sejumlah tokoh Islam yang biasa netral pun akhirnya aktif mendukung Prabowo – Hatta dan melepaskan ikatan aliran dan paham mereka, karena semua kyai dan ulama menolak Islam liberal. Gus Dur memang terkenal seorang demokratis dan humanis, tetapi Gus Dur tetaplah kyai NU. Pluralisme Gus Dur tetap memegang teguh kepada prinsip nabi yang melindungi kelompok non-muslim seperti Yahudi dan Kristen selama di Madinah sebagai realisasi dari Piagam Madinah. Pluralisme Gus Dur itu sama seperti sikap nabi yang realistis bahwa agama-agama berbeda. Pluralisme Gus Dur tersebut lebih kepada sikap bertoleransi terhadap perbedaan keyakinan, tetapi dalam hal keyakinan Gus Dur tetap dalam alur ijtihad Ahlus Sunnah wal Jamaah yang dalam sejarahnya justeru lahir sebagai pertahanan terhadap aliran Mu’tazilah (rasionalisme) yang tumbuh pada kekhalifahan Abbasiyah. Oleh karenanya, tentu saja tidak mungkin Gus Dur sepaham dengan JIL yang senapas dengan Mu’tazilah. Bagaimana pun Mu’tazilah juga merupakan ancaman bagi Ahlus Sunnah wal Jamaah yang menjadi ijtihad NU.

Dukungan lembaga survey di tengah alam ketidakpercayaan atas hasil survey mengesankan bahwa Prabowo Hatta lebih jujur

Sejumlah tokoh di belakang lembaga survey seumpama Saiful Mujani dari SMRC, Denny JA dari LSI, Fadjroel Rachman dari Soegeng Sarjadi Institute memberikan dukungan kepada Jokowi. Faktor ini memperkuat ketidakpercayaan masyarakat terhadap survey yang selama 5 (lima) tahun ini validitasnya telah tenggelam. Melesetnya sejumlah hasil survey, semisal hasil survey menjelang pileg lalu yang memvonis partai-partai Islam tenggelam dan kenyataannya total suaranya mencapai 32% masih belum lama hilang dari ingatan masyarakat.

Rilis hasil survey yang memenangkan Jokowi oleh 7 lembaga survey mengindikasikan masyarakat berupaya dipengaruhi melalui hasil survey. Fakta ini menunjukkan bahwa Prabowo Hatta menempuh jalan yang lebih elegan dan jujur.

Penggunaan akun robot meningkatkan kepercayaan akan eleganitas Prabowo Hatta

Hasil penelitian Indeks Digital, Jimmi Kembaren yang menemukan 75% dari 230 ribu akun robot dilansir tim Jokowi-JK meningkatkan eleganitas masyarakat kepada Prabowo Hatta. Fakta bahwa untuk mengejar facebook Prabowo Hatta yang telah menempati peringkat lima besar dunia yakni sebesar 5 juta, sementara Jokowi dengan iklan yang masif di facebook hanya 1 juta dan tiba-tiba menjadi 2 juta, sangat diyakini adalah upaya untuk mengejar ketinggalan dengan cara yang tidak elegan melalui akun robot.

Penggunaan media yang berlebihan menyebabkan Prabowo “sosmed darling”

Media yang berlebihan dalam mengekspos Jokowi menimbulkan kejenuhan masyarakat. Tudingan Anies Baswedan bahwa blusukan Jokowi tidak akan menyelesaikan persoalan bangsa, karena lebih disibukkan dengan pencitraan sebagai seorang yang peduli kepada masyarakat menyebabkan masyarakat berpaling dan tidak percaya akan ekspos media. Media-media pendukung Jokowi saat ini hanya ditonton dan dibaca oleh pendukung Jokowi. Sebaliknya, media yang diduga kampanye hitam oleh Jokowi, yakni Obor Rakyat, justeru menimbulkan penasaran.

Penulis
Kategori Strategy, Demokrasi

←LamaBaru →