Abrasi di DAS Indragiri Peranap
Masyarakat Batang Peranap mungkin tidak akan lama merayakan kegembiraannya. Pasalnya Jembatan Batang Peranap atau yang disebut juga Jembatan Selunak yang menjadi andalan transportasi, berkemungkinan rusak. Pasalnya, DAS Indragiri di wilayah Peranap rawan abrasi.
Menurut Lurah Baturijal Hilir, Nalismaruddin,S.Sos, tebing sungai Indragiri, tempat dibangunnya Jembatan Batang Peranap tidak kunjung dibantu oleh turab. Masyarakat Kelurahan Baturijal Hilir telah berkali-kali mengajukan permohonan kepada Dinas PU Provinsi Riau dan Kabupaten Indragiri Hulu, namun sampai saat ini belum ada tanggapan. Di wilayah Peranap, pembangunan turab baru ada di desa Gumanti dan Kelurahan Peranap, itu pun volumenya masih kecil.
Bentuk Sungai Indragiri di wilayah ini yang seperti huruf S, dianggap salah satu faktor tingginya angka abrasi. Tidak ada wilayah desa/kelurahan yang bebas abrasi. Di berbagai desa di wilayah kecamatan Peranap, pemilik tanah di tebing sungai sudah menganggap lumrah kalau sebagian lahannya runtuh dan hanyut dibawa arus. Di desa Pauhranap, bila setahun saja kita tidak mengunjungi wilayah pinggir sungai seperti di Padang Guntung dan Kampung Pulau, maka kita pasti terkejut menyaksikan bahwa banyak lokasi yang pernah kita kunjungi sudah hilang. Di Kelurahan Peranap, Jalan Istana Raja misalnya, pada beberapa tempat sudah ada yang tinggal separuh. Yang mengkhawatirkan, melihat tingkat abrasi di Kelurahan Baturijal Hilir, masyarakat cemas desa Setako Raya yang terletak di hilirnya bisa jadi akan hanyut terbawa sungai.
Kerugian yang diderita pun bukan hanya sekedar hilangnya sebagian lahan. Tanah yang runtuh akan menyebabkan pendangkalan sungai. Akibatnya, tentu saja fenomena yang terjadi seperti saat ini, begitu mudahnya banjir datang dan pergi.
03.01.2012. 23:51







