Keperkasaan angka lima
Ada 10 (sepuluh) kata dasar untuk bilangan yang digunakan oleh nenek moyang nusantara masa lalu. Sembilan (9) dari sepuluh kata tersebut mengalami perubahan yang bervariasi. Tetapi untuk angka lima (5) semua bahasa sepakat untuk mempertahankannya.
Kata lima adalah satu-satunya kata dasar untuk bilangan yang perkasa. Kata ini boleh dikatakan tidak berubah sama sekali. Hanya pada beberapa bahasa nusantara saja yang mengalami perubahan sedikit.
Bahasa Paiwan (di pulau Taiwan), Bugis, Batak, Bali, Jawa, Sunda, Melayu, Sikka-Maumere, Toraja dan Rote-Oinale tetap mempertahankan lima. Bahasa Tagalog menyebut lima'. Bahasa Sasak dan Gayo menyebutnya lime. Bahasa Sinama menyebutnya limah. Bahasa Madura lema'. Bahasa Rapanui rima. Bahasa Sabu-NTT lemi. Bahasa Hawai elima. Bahasa Dawan Timor nim. Bahasa Aceh limong. Bahasa Maanya dime dan bahasa Malagasy dimy.
18.08.2011. 18:17






