Penyebaran Islam pertama di Sumatera menurut Sejarah Melayu

Sejarah Melayu (Sulalatus Salatin) buah karya Tun Sri Lanang mengisahkan awal penyebaran Islam di Nusantara. Menurut Sejarah Melayu, konon, Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa kelak di negeri bawah angin akan ada suatu negeri bernama Samudera. Di negeri itu akan lahir banyak wali Allah. Dikatakan juga akan ada suatu fakir di kerajaan Ma'bari.

Suatu ketika, orang-orang Mekkah mendengar akan adanya negeri bernama Samudera. Syarif Makkah mengirimkan kapal yang dinakhodai oleh Syekh Ismail dengan perintah agar berhenti di negeri Ma'bari. Saat kapal berhenti di Ma'bari, pemimpin negeri itu menanyakan dari mana asal kapal. Pemimpin Ma'bari bernama Sultan Muhammad. Beliau adalah keturunan Abu Bakar as Siddiq.

Para penumpang kapal mengatakan bahwa mereka berasal dari Mekkah dan sedang menuju ke Samudera. Sultan Muhammad turun tahta dan menaikkan anak sulungnya sebagai pengganti sultan di Ma'bari. Ia pun berganti pakaian menjadi seorang fakir dan menyatakan keinginan ikut ke Samudera. Dan orang-orang kapal pun menyadari bahwa dialah fakir dari Ma'bari yang dimaksudkan nabi.

Rombongan akhirnya tiba di Fansuri (Barus). Mengajak rakyat Fansuri agar memeluk Islam yang disambut oleh rakyat Fansuri. Fakir turun dari kapal dan meminta rakyat Fansuri membaca alQur'an, tetapi tidak ada yang mampu membacanya. Fakir berseru, bukan negeri ini yang dimaksudkan Nabi.

Rombongan tiba di Lamuri. Mengajak rakyat Lamuri agar memeluk Islam yang disambut oleh rakyat Lamuri. Fakir turun dari kapal dan meminta rakyat Lamuri membaca alQur'an, tetapi tidak ada yang mampu membacanya. Fakir berseru, bukan negeri ini yang dimaksudkan Nabi.

Rombongan tiba di Haru. Mengajak rakyat Haru agar memeluk Islam yang disambut oleh rakyat Haru. Fakir turun dari kapal dan meminta rakyat Haru membaca alQur'an, tetapi tidak ada yang mampu membacanya. Fakir berseru, bukan negeri ini yang dimaksudkan Nabi.

Rombongan tiba di Perlak. Mengajak rakyat Perlak agar memeluk Islam yang disambut oleh rakyat Perlak. Fakir turun dari kapal dan meminta rakyat PerlakĀ  membaca alQur'an, tetapi tidak ada yang mampu membacanya. Fakir berseru, bukan negeri ini yang dimaksudkan Nabi.

Kapal berlayar ke Samudera. Tiba di Samudera, fakir memutuskan untuk berjalan darat. Fakir kemudian berjumpa dengan Merah Silau yang sedang berkarang. Fakir bertanya, negeri apa itu? "Samudera". Fakir bertanya siapa pemimpin negeri? Merah Silau menjawab dia. Fakir mengislamkan Merah Silau dan mengajarkan syahadat.

Malamnya Merah Silau bermimpi bertemu Nabi. Nabi menyuruh Merah Silau membuka mulutnya. Merah Silau membuka mulut, dan kemudian mulutnya diludahi oleh Nabi. Merah Silau terbangun dari tidurnya. Tubuhnya sekarang menjadi harum.

Paginya, Faqih turun ke darat. Faqih menunjukkan al Quran kepada Merah Silau. Secara ajaib, Merah Silau mampu membacanya. Faqih mengabarkan kepada nakhodah kapal Syaikh Ismail, inilah negeri Samudera yang dimaksudkan nabi. Merah Silau ditakhtakan dengan gelar Sultan Malikus Saleh.

13.05.2011. 17:27



Advertising

Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.

Kategori

Blogging Ibadah Windows demokrasi ghobro internet make money politik sejarah wirausaha

Archive

By Date

2012 jan feb mar apr may jun jul aug sep oct nov dec
2011 jan feb mar apr may jun jul aug sep oct nov dec
2010 jan feb mar apr may jun jul aug sep oct nov dec
2009 jan feb mar apr may jun jul aug sep oct nov dec
2008 jan feb mar apr may jun jul aug sep oct nov dec
2007 jan feb mar apr may jun jul aug sep oct nov dec

Pages

  • Privacy Policy
  • Statistik
  • Top Artikel
  • Top Halaman
  • Top Sistem
  • Top Referrer
  • Top Kunci
  • Top Perambah
  • Top Bahasa
  • Profil Ghobro
  • Internet Blogs
    internet blog Personal Blogs - Blog Rankings TopOfBlogs Internet
    malta billigt Top Blogs Page Rank Check

    Kontak

    Via Web || Twitter || Facebook

    Ghobro v.3.5.d.