perbandingan sikap capres terhadap 4 isu penting
Ada 4 isu penting yang dapat dijadikan patokan tentang sikap-sikap para capres :
1. Ekonomi :
- Ekonomi kerakyatan, pendukung : Megawati Soekarnoputri.
- Ekonomi pertanian/agraris, pendukung : Wiranto.
- Ekonomi neoliberalis (pertumbuhan):SBY
- Ekonomi pedesaan : Sri Sultan:
- Ekonomi nasionalis : Prabowo
- Ekonomi bertumpu pengusaha: JK.
2. Korupsi:
- Pemberantasan korupsi : SBY, JK, Wiranto, Sri Sultan.
- Fleksibel dalam penuntasan : Megawati, Prabowo.
3. Investasi asing:
- Menerima : JK, SBY.
- Mengendalikan : Megawati, Sri Sultan.
- Kemandirian ekonomi : Wiranto, Prabowo.
4. Kemiskinan:
- Pengalihan subsidi: Prabowo.
- Peningkatan pajak : JK.
- Harus dilawan: SBY.
- Penyediaan lapangan kerja dan SDM: Megawati.
- Peningkatan peran desa : Sri Sultan.
- Memperkuat ketahanan pangan : Wiranto
Pasangan Capres Cawapres
Di antara para tokoh-tokoh yang ada, yang sudah jelas barulah JK - Wiranto yang memiliki moto JK Win. Sri Sultan besar kemungkinan tidak ikut serta, sementara Prabowo dan Megawati masih tolak ulur. SBY diperkirakan akan maju bersama Boediono.
Dengan kondisi seperti itu, yang dapat kita analisis baru pasangan JK Win.
Pemberantasan Korupsi
Kedua-dua pasangan ini sama-sama bertekad untuk memberantas korupsi. Malahan Wiranto mengusulkan untuk memberikan hukuman mati bagi koruptor kakap. Menilik sikap JK selama berpasangan dengan SBY, niat JK tersebut mungkin benar. Selama memegang Golkar, JK pun sepertinya dapat mengendalikan anggotanya di parlemen. Boleh dikatakan hampir tidak terlihat lagi politisi Golkar yang terlibat korupsi, kecuali Azwar Chespustra yang baru-baru ini dijadikan tersangka. Nila ini wajar, karena Demokrat pun punya Johny Alley Marbun yang juga tersandung.
Dari sejarah keduanya, JK dan Wiranto selama ini belum pernah terdengar berdekatan dengan kasus-kasus uang haram. Entahlah, kalau sejarah nantinya membuktikan lain.
Investasi Asing
Terhadap isu investasi asing, JK dan Wiranto memiliki pandangan berbeda. JK bertujuan untuk meningkatkan investasi asing ke Indonesia, sebaliknya Wiranto berniat untuk menjaga kemandirian ekonomi, terutama di bidang ketahanan pangan. Namun, akhir-akhir ini JK merilis bahwa dia telah mencegah masuknya investasi asing di bidang perminyakan, di mana JK mengusahakan agar projek tersebut dipegang Pertamina. Bagaimana penyesuaian ide kedua tokoh ini, kita lihat saja nanti.
Ekonomi
Menurut JK, pengusaha memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi. Oleh karenanya harus dipacu pertumbuhan pengusaha-pengusaha muda untuk memperkuat ekonomi Indonesia. Wiranto lebih menekankan kemandirian ekonomi dengan jalan menumpukan ekonomi pada sektor pangan.
Kemiskinan
Menurut JK, kemiskinan dapat diselesaikan dengan segera. Untuk pewujudannya, harus ditingkatkan pendapatan dari pajak dan cukai. Sebaliknya, Wiranto berpendapat, kemiskinan timbul karena ketahanan pangan yang lemah. OLeh karenanya, untuk memperkuat kemakmuran, kuatkan pangan.
13.05.2009. 04:04






