Reshufle dan Bagi-bagi Kekuasaan
Kenaikan BBM yang berbuntut demonstrasi dan berbagai kritik tentang ketidakberhasilan Kabinet Indonesia bersatu memuarakan tuntutan reshufle. Tetapi apakah reshufle kabinet akan menghasilkan komposisi kabinet yang membawa perbaikan kepada ekonomi bangsa. Menarik sekali kutipan dari Majalah Saksi
Pertanyaannya, murnikah isu reshufle itu dihembuskan untuk memperbaiki kinerja kabinet dalam upaya menciptakan kesejahteraan bagi rakyat, atau hanya mencari celah masuk ke dalam kabinet? Maklum, saat ini partai politik bersikap sangat pragmatis. Sikap pragmatisme itu bisa dilihat dari anatomi kabinet yang isinya berasal dari hampir semua elemen partai-partai peraih suara signifikan di pemilihan umum tahun lalu.
Dengan kata lain apakah reshufle kabinet tidak terjadi karena terjadinya pergantian kepemimpinan di PKB sehingga pimpinan PKB baru bisa terakomodasi?. Apakah reshufle kabinet tidak terjadi karena pergantian pimpinan di Golkar? Atau dengan kata lain apakah reshufle kabinet tidak terjadi karena perubahan kepemimpinan atau sikap kepemimpinan yang dulu malu untuk bergabung dengan SBY tetapi sekarang punya kesempatan untuk bergabung?
Kemanakah suara rakyat yang telah memilih SBY - Kalla yang dulunya berasal dari partai minoritas? Akankah di Indonesia terjadi demokrasi yang fair?
22.11.2007. 22:01






