Ghobro » pribadi

7 (tujuh) orang yang dinaungi Allah SWT

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Pemungutan suara dalam rangka pemilihan presiden telah usai. Siapa yang akan memimpin Indonesia, akan ditentukan oleh MK, yang sidangnya akan dimulai hari ini. Ada saja pro kontra, kenapa ada yang sangat ingin menjadi pemimpin. Bagaimana kedudukan pemimpin dalam Islam?

Pemimpin termasuk dalam salah satu dari 7 orang yang akan dinaungi oleh Allah SWT pada hari ketika tiada naungan melainkan naungan Allah SWT itu sendiri. 7 orang itu ialah :

  1. Imam / kepala/pemimpin yang adil.
  2. Pemuda yang tumbuh, sejak kecil, dalam beribadat kepada Allah Azza wa Jalla.
  3. Seseorang yang hatinya tergantung, sangat memperhatikan, kepada masjid-masjid.
  4. Dua orang yang saling cinta mencintai karena Allah SWT, keduanya berkumpul atas keadaan yang sedemikian, serta berpisah pun atas keadaan yang sedemikian
  5. Seorang lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan serta kecantikan wajah, lalu ia berkata, “Sesungguhnya saya ini takut kepada Allah,” atau pun sebaliknya yakni yang diajak itu ialah wanita oleh seorang lelaki.
  6. Seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu menyembunyikan amalannya itu, tidak menampak-nampakkannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tangan kirinya tidak mengetahui apa-apa yang dilakukan oleh tangan kanannya.
  7. Seseorang yang ingat kepada Allah di dalam keadaan sepi lalu melelehlah air mata dari kedua matanya.

Seorang pemimpin yang adil sangat diistimewakan, karena keadilan dicintai Allah, sebagaimana Al Hujurat:9, “Dan berlaku adillah engkau semua, sesungguhnya Allah itu mencintai orang-orang yang berlaku adil.”.

KEADILAN merupakan perintah Allah, sebagaimana an-Nahl:90,”Sesungguhnya Allah itu memerintahkan keadilan, berbuat baik dan memberikan bantuan kepada kaum kerabat.”

Tempat bagi orang adil sangat istimewa bagi Allah, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin Amr bin Al Ash r.a., “Sesungguhnya orang yang berlaku adil itu di sisi Allah akan menempati beberapa mimbar dari cahaya. Mereka itu ialah orang-orang yang adil dalam menerapkan hukum, juga terhadap keluarga dan perihal apapun yang mereka diberi kekuasaan untuk mengaturnya.”

Pemimpin yang baik dan pemimpin yang jahat

Rasululullah telah menerangkan sifat pemimpin yang baik dan pemimpin yang jahat. Muslim meriwayatkan bahwa Auf bin Malik mengatakan,”Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Pemimpin-pemimpin pilihan di antara engkau semua ialah orang-orang yang engkau semua mencintai mereka dan mereka pun mencintaimu semua, juga yang engkau semua mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka pun mendoakan kebaikan untukmu semua.”

Adapun pemimpin-pemimpin yang jahat di antara engkau semua ialah orang-orang yang engkau semua membenci mereka dan mereka pun membenci padamu semua, juga yang engkau semua melaknat mereka dan mereka pun melaknat padamu semua.”

Auf berkata:”Kita para sahabat lalu berkata:”Ya Rasulullah, apakah kita tidak boleh menentang kepada pemimpin-pemimpin yang sedemikian itu?”

Beliau SAW bersabda:”Jangan menentang mereka, selama mereka masih mendirikan solat di kalanganmu semua.”

Tiga macam ahli surga

Muslim meriwayatkan dari Iyadh bin Himar r.a yang mengatakan,”Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ahli surga itu ada tiga macam, yaitu:

  1. Orang yang mempunyai kekuasaan pemerintahan yang berlaku adil dan dikarunia taufik, yakni dikaruniai pertolongan oleh Allah SWT untuk melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya
  2. Seorang yang berhati kasih sayang, lemah lembut kepada semua kerabatnya dan juga kepada sesama Muslim
  3. Seorang yang menahan diri dari meminta-minta dan berusaha untuk tidak meminta-minta, sedangkan ia mempunyai keluarga yang banyak dan dalam keadaan miskin.

Penulis
Kategori Demokrasi, Hikmah

←LamaBaru →