Profil Ghobro
Ghobro adalah nickname dari Indra Hasbi. Pertama kali digunakan saat mendaftar sebagai anggota komunitas internet di Puskom Unri Panam 1999. Saat ini nama indra sudah terpakai oleh orang lain. ghobro pertama kali terpakai untuk username pada email yang disediakan unri yang dikelola pada waktu itu oleh Zaldy Suhatman, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau yang cukup brilian dalam menanggapi perkembangan linux dan internet secara otodidak yang pada waktu itu masih langka. ghobro@unri.ac.id yang kemudian berubah menjadi ghobro@mail.unri.ac.id, ghobro@students.unri.ac.id serta http://students.unri.ac.id/~ghobro.
Sesuai dengan perkembangan internet saat itu yang mengutamakan pemakaian mIrc, ghobro kemudian dipakai sebagai nickname pribadi untuk server irc indonet yang masyhur di pekanbaru dan bogor saat itu. ghobro kemudian menjadi founder #panam yang banyak diikuti oleh mahasiswa unri, LPKIA Pekanbaru, warga pekanbaru dan sahabat-sahabat irc lainnya yang aktif di server indonet. Banyak kenalan baru baik sesama mahasiswa unri dan sesama warga pekanbaru yang kemudian lebih mengenal nickname ghobro daripada nama asli Indra Hasbi sendiri.
Asal Usul
Indra Hasbi lahir di Peranap, Indragiri, Riau pada tanggal 2 Agustus 1975. Orang tuanya adalah asli berasal dari negeri Tiga Lorong yang ada di tepian Batang Kuantan (Sungai Indragiri). Ayah Indar Said beribukan Haromah, putri Kiambang Pematang yang bersukukan Kotobaru dan terakhir beralamat di Lembah Sago Peranap dan berayahkan Said Tabok yang beralamat terakhir di Kampung Melintang Pematang Benteng. Ibu Asnani beribukan Imbun binti Bakri dari suku Kampung Tonga berasal dari Kampung Tengah Pauhranap dan ayahnya Bakri bin Koko yang memiliki asal usul ayah dari negeri Baturijal Peranap.
Pendidikan
Pendidikan dasar ditempuh di tiga SD di Peranap, yakni SD Negeri 002 Kampung Pulau Pauhranap, SDN 007 Semelinang Tebing dan SD Negeri 003 Barter Peranap. Lulus pada tahun 1989 menempuh separuh pendidikan lanjutan pertama (SLTP) di SMP Negeri 1 Peranap dan separuh akhir diselesaikan di SMP N 1 Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir. Setelah tamat SLTP pada tahun 1991 kembali lagi ke Kabupaten Indragiri Hulu untuk melanjutkan pendidikan lanjutan tingkat atas (SLTA) di SMEA Negeri Rengat dan lulus pada tahun 1994 dari jurusan keuangan. Pada tahun itu juga melanjutkan pendidikan ke jurusan akuntansi fakultas ekonomi universitas riau (UNRI) yang ternyata program S1 tersebut baru bisa diselesaikan pada tahun 2002.
Hal yang mengesankan selama kuliah adalah kesempatan mengikuti program KKU (Kuliah Kerja Usaha) di Kecamatan Siantan pada tahun 1999 yang sekarang telah menjadi bagian dari Kabupaten baru Kabupaten Anambas. Di sini selain berkenalan dengan masyarakat desa-desa Tarempa Luar Kota, Tarempa Dalam Kota, Tiangau, Kiabu, Tebang, Ladan dan Batu Belah juga mengalami eksotismenya pantai Tanjung Momong, indahnya menikmati putihnya air laut yang jernih dari restoran Siantan Nur, menikmati pasir putih bertingkat, snorkling dan berenang-renang di antara ikan-ikan dan melihat keindahan batu karang, bintang laut dan keunikan kuda laut walaupun sayang gagal melihat penyu di Pulau Durai. Sempat melihat keindahan laut yang berada di antara pulau-pulau dari ketinggian air terjun batu belah, melihat pemandangan kapal-kapal di pelabuhan tarempa dari pelataran kelenteng Dewa Siantan yang tinggi di atas bukit. Meneropong laut dari meriam kuno di atas pulau Siantan di arah kampung rintis. Menemukan fakta bahwa pohon kelapa yang dari laut kelihatan seperti tumbuh di atas batu ternyata tumbuh pada tanah yang lumrah, merasa aneh memasuki pelabuhan kiabu melewati bebatuan yang seperti gapura alami. Menikmati makanan laut yang murah, yakni sepotong kepiting goreng, seporsi udang goreng, seporsi sup cumi, sebungkus kerupuk atom asli dari tongkol hanya Rp. 1.000,- perak. Mengetahui sedikit sejarah kampung asal penyair legendaris pendobrak angkatan '70-an Ibrahim Sattah ini adalah merupakan komunitas multi etnis mulai dari orang Melayu, Bugis, Banjar, Mesuku/Laut, Banten, Kampar/Kuantan yang didominasi orang Simandolak serta tentu saja orang Cina yang lazim di Kepulauan Riau. Blogger terpesona dengan kenyataan bahwa di kepulauan Anambas ini ada pulau yang khusus hanya diperuntukkan untuk satu kuburan orang keramat yakni Keramat Siantan yang ternyata juga banyak dikunjungi pelancong dari Jakarta, Singapura dan Hongkong terutama dari warga etnis Tionghoa. Negeri yang dalam perdagangan biasa menggunakan dolar Singapura, dolar Hongkong dan baht Thailand di samping rupiah ini juga memberikan sumbangan devisa bagi negara melalui minyak lepas pantai yang dikelola oleh Gulf Oil, Conoco Oil dan Premier Oil dengan kontraktor dari Mc Dermot.
Pengalaman Kerja
Pekerjaan resmi pertama setelah menamatkan pendidikan adalah sebagai guru di SMK Tunas Harapan Siak tahun 2003. Sempat tinggal di Desa Benteng Hulu selama lebih kurang dua bulan dan sering mondok di Multikom. Berkenalan dengan aktivitas pemuda Simpati Siak Ibrahim Lubis yang membawa kegiatan Simpati seperti pada pameran pemuda Sungai Apit sebagai operator komputer stand pameran.
Tahun 2004 diajak oleh Sdr. Deni Afrizan bekerja dalam tim pendampingan BPDE Provinsi Riau sebagai webmaster riau.go.id dan pengelola forum.riau.go.id. Tahun 2005 merancang riau-investment.net. Sejak Agustus 2005 sampai awal 2006 bekerja sebagai staf IT di harian Riau Mandiri Pekanbaru. Dan sejak 2006 hingga sekarang mencoba peruntungan dengan membuka Hafiz.com dan sempat mendevelopmen bukit30.org yang sayangnya baru saja mati dan sekarang berstatus account webhosting baru saja diaktifkan. Tidak tahu apakah didevelopment ulang oleh developer baru atau domainnya dicoba dispekulasi.
Domisili
Saat ini saya tinggal di Jalan Napal Pincuran Mas Peranap. Kalau ada teman lama yang ingin menghubungi saya silakan kontak melalui:
- Halaman kontak Ghobro
- Yahoo
- 082169734427
22.06.2011. 01:29



