Ghobro » saran

Daerah Istimewa Melayu

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Insiden penolakan Neno Warisman dalam #GantiPresiden2019 merupakan momentum sosialisasi Gerakan Kedaulatan Riau dalam opsi yang paling memungkinkan untuk diterima yakni Daerah Istimewa Riau Darussalam yang meliputi Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.

Kedudukan Daerah Istimewa Melayu

Usulan Daerah Istimewa Riau Darussalam yang multi propinsi mengharuskan pemikiran baru tentang kedudukan Daerah Istimewa tersebut, sebab jika mengacu kepada Daerah Istimewa yang ada saat ini, yakni Aceh dan Yogyakarta, maka jika usulan tersebut kalau diterima akan menurunkan derajat Propinsi Riau dan Propinsi Riau Kepulauan sederajat dengan kabupaten.

Oleh karenanya, Daerah Istimewa yang diusulkan tersebut merupakan format baru, yakni Kepala Daerah Istimewa sederajat dengan Menteri Dalam Negeri, artinya Daerah Istimewa yang terbentuk mengambil sebagian kewenangan Menteri Dalam Negeri atau kewenangan kementerian lain yang dibutuhkan untuk diambil.

Perluasan wilayah Daerah Istimewa Melayu

Jika Daerah Istimewa yang diusulkan memiliki kedudukan setingkat kementerian, maka wilayah DAIS yang diusulkan bisa diperluas ke propinsi yang lain dengan mengubah nama menjadi DAERAH ISTIMEWA MELAYU.

Adapun propinsi-propinsi yang berpeluang untuk bergabung sebagai berikut :

  1. Bergabung tanpa beban, meliputi Propinsi Jambi, Bangka Belitung, Sumatera Selatan dan Bengkulu. Meskipun di Sumatera Selatan ada suku Komering dan suku Musi, serta di Bengkulu ada suku Rejang, suku-suku tersebut secara hukum adat termasuk ke dalam hukum adat Melayu.
  2. Bergabung karena tergolong hukum adat yang sama, yakni Lampung. Etnis Lampung pada prinsipnya termasuk etnis yang menganut hukum adat Melayu, meski bahasa yang dituturkan adalah merupakan bahasa Melayu Kuna (bahasa Sriwijaya) dialek selatan.
  3. Bergabung dengan mengubah persepsi, yakni Sumatera Barat. Semenjak terpisahnya propinsi Sumatera Tengah menjadi tiga propinsi, terjadi persepsi pada masyarakat Sumatera Barat yakni di tingkat lapangan hanya sebagian kecil masyarakat bagian utara dan bagian selatan yang kadang-kadang masih mengakui Melayu, di antaranya yang mengakui bagian dari etnis Melayu Pesisir, namun kebanyakan menonjolkan etnisitas Minangkabau yang bukan hanya dianggap setara dengan Melayu bahkan lebih superior daripada Melayu. Tetapi bagaimana pun, sebagai sesama pewaris hukum adat Melayu, adat bersendi syaratxt_quote_single_close, syaratxt_quote_single_close bersendi kitabullah, Sumatera Barat masih berpeluang masuk Daerah Istimewa Melayu.
  4. Bergabung dengan pemekaran. Kesulitan mungkin dihadapi oleh Sumatera Utara. Sumatera Timur dan Pesisir Barat (Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal dan tidak tertutup kemungkinan keseluruhan eks Tapanuli Selatan) berpeluang untuk bergabung dalam Daerah Istimewa ini, tetapi pro kontra dengan bagian lainnya dari propinsi Sumatera Utara.

Penulis
Kategori Kedaulatan, Otonomi

←LamaBaru →