Ghobro » saran

Jika Prabowo Menang

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Ada banyak alasan kenapa memilih Prabowo – Hatta. Oleh karenanya, kemenangan Prabowo – Hatta diharapkan sebagian masyarakat Indonesia. Diharapkan akan terbentuk Kabinet Indonesia bangkit.

Alasan-alasan mendukung Prabowo

Jonru, penulis dari Jonru.net mengatakan tidak akan berhenti menginformasikan keburukan Jokowi, karena :

  1. Karena ada 6 ghibah yang dibolehkan dalam Islam, yakni : a) melaporkan perbuatan aniaya b) mengubah kemungkaran dan membantu seseorang keluar dari maksiat c) Meminta nasehat d) memperingatkan dan menasehati kaum Muslimin, di antaranya agar jangan salah memilih pemimpin  e) bila seseorang berterus terang dengan menunjukkan kefasikan dan kebid’ahan dan f) memberi penjelasan dengan sebutan yang masyhur pada diri seseorang.
  2. Karena ngeri ucapan para jurkamnas Jokowi-JK, yakni Trimedya Panjaitan yang ingin menghapus Perda Syariat, Musfidah Mulia yang menyatakan homoseksual halal dalam Islam dan berencana menghapus kolom KTP, Zuhaid Misrawi yang menyatakan kaum Islamis di Indonesia harus syukur karena di Mesir mereka dibantai, Wisnu Sakti Buana yang menolak penutupan Dolly dan Jalaludin Rahmat yang menyatakan Apa mau Indonesia “diSuriahkan”
  3. Karena ingin selamatkan indonesia

Alasan-alasan tokoh mendukung Prabowo di antaranya :

  1. Prabowo dianggap tegas,  berani  dan berwibawa sehingga dapat menuntaskan permasalahan bangsa seperti pemberantasan korupsi dan menjaga marwah bangsa di mata internasional.. Menurut Habib Nabiel Musawa menyatakan Prabowo ibarat Khalifah Umar yang tegas, cerdas dan berwibawa. Alasan tegas dinyatakan juga oleh Rustriningsih, politisi PDIP mantan Wagub Jawa Tengah, Musisi pengagum Gus Dur yang dijadikan vote getter PKB, Ahmad Dhani, Ketua umum Relawan Prabowo untuk Indonesia (Repro) Dani Susetiawan, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Ketua Majelis Zikra KH Arifin Ilham, Perwakilan Forum Ulama dan Habib Jawa Timur, Habib Zaid Alwi Alkaf. Tegas seperti Gajah Mada, kata Abdul Muchid, Ketua Satuan Koordinasi Nasional Banser.Dinilai pemimpin kuat, tegas dan berwibawa di dunia juga alasan Romiadi, Ketua Jaringan Mahasiswa Indonesia yang terdiri dari mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Institut Teknik Bandung, Universitas Padjajaran Bandung, Politeknik Bandung, STT Telkom Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Mataram, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, Universitas Sumatera Utara (USU), Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang dan lain-lain.
  2. Prabowo akan melanjutkan keberhasilan pemerintah Indonesia dan tidak kembali ke kondisi 0 seperti zaman Megawati. Alasan ini dikemukakan oleh politisi demokrat.
  3. Prabowo dinilai lebih santun, jujur dan bersih dalam berkampanye. Tidak anarkis, mengadu domba dan menghasut.
  4. Prabowo lebih pemaaf dan menghargai demokrasi. Meskipun didera kampanye hitam, Prabowo tidak banyak mengungkit-ngungkitnya dan berusaha menjelaskannya sesuai aturan.
  5. Prabowo siap menerima hasil pilpres dan tidak akan ngotot untuk menang.
  6. Visi misi Prabowo adalah bulat, tidak terpotong-potong. Menurut mahasiswa ITB dan Unpad, visi misi Prabowo terukur dan jauh lebih makro. Prabowo melihat Indonesia secara keseluruhan.
  7. Prabowo mampu mengamankan ekonomi dan kedaulatannya dan menjaga SDA Indonesia agar tidak digotong semena-mena keluar negeri. Tokoh yang berpandangan demikian adalah Bapak Reformasi Amien Rais.
  8. Prabowo dan Hatta memiliki kapabilitas dan kualitas untuk memimpin Indonesia lebih baik, seperti dinyatakan oleh musisi Dwiki Dharmawan, mantan Panglima TNI Joko Santoso
  9. Prabowo memiliki komitmen memajukan dunia pendidikan seperti penilaian BEM UIN Syarif Hidayatullah.
  10. Prabowo dinilai mampu menjaga kedaulatan NKRI, memperkuat nasionalisme dan identitas nasional sebagaimana disebutkan Koordinasi Gerakan Nasional Mahasiswa, Fajar.
  11. Prabowo pembela umat Islam, dinyatakan oleh KH Abdullah Gymnastiar, pimpinan Darut Tauhid.

Apa harapan jika Prabowo terpilih?

Pesan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Aa Gym berharap Prabowo-Hatta membentuk kabinet yang takut kepada Allah SWT, bukan kabinet yang takut kepada KPK. Alasannya, KPK itu isinya juga makhluk-makhluk Allah. Dan jika takut pada Allah SWT, dimanapun ia akan takut.

Nasehat SBY

SBY memberikan 5 nasehat kepada Prabowo Subianto:

  1. Jadi presiden harus sabar. Di era kebebasan, demokrasi, masyarakat kritis, harapan masyarakat sangat tinggi. Masyarakat sering menyalahkan presiden.
  2. Presiden Prabowo harus terus bekerja dan berikhtiar. Presiden sebagai pemimpin tidak boleh menyerah. Meskipun dikritisi rakyat, dihujat dan disalahkan, teruslah bekerja dan berikhtiar.
  3. Pemimpin harus meletakkan kepentingan rakyat di atas kepentingan partai, kelompok bahkan keluarga.
  4. Prabowo – Hatta harus menyayangi semua rakyat dengan adil, termasuk yang tidak memilih Prabowo – Hatta dalam pilpres nanti.
  5. Pemimpin harus mengedepankan dan menghormati nilai-nilai demokrasi. SBY yakin, Prabowo bisa hormati nilai-nilai demokrasi.

Teladan Khalifaur Rasyidin Abu Bakar dari Ustadz Salim A. Fillah

Ustad Salim A. Fillah Melbourne Australia menyampaikan “Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi”

Tapi sungguh orang yang jauh lebih mulia daripada kita semua, Abu Bakr Ash Shiddiq, pernah mengatakan, “Saya telah dipilih untuk memimpin kalian, padahal saya bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Dan kalau anda sekalian melihat saya salah, maka luruskanlah.”

Maka yang kami harapkan pertama kali dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah kesadaran bahwa Anda bukan pahlawan tunggal dalam masa depan negeri ini. Barangkali memang pendukung Anda ada yang menganggap Andalah orang terbaik. Tetapi sebagian yang lain hanya menganggap Anda adalah sosok yang sedang tepat untuk saat ini. Sebagian yang lainnya lagi menganggap Anda adalah “yang lebih ringan di antara dua madharat”.

Tentu saja, mereka yang tidak memiliih Anda menganggap Anda bukan yang terbaik, tidak tepat, dan juga berbahaya.

Dan jika Anda, Pak Prabowo, nantinya terpilih menjadi Presiden, maka mereka semua akan menjadi rakyat yang dibebankan kepada pundak Anda tanggungjawabnya di hadapan Allah. Maka kami berbahagia ketika Anda berulang kali berkata di berbagai kesempatan, “Jangan mau dipecah belah. Jangan mau saling membenci. Kalau orang lain menghina kita, kita serahkan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Maha Besar.”

Dan Anda juga harus menyadari bahwa barangsiapa merasa jumawa dengan kekuasaan, maka beban kepemimpinan itu akan Allah pikulkan sepelik-peliknya di dunia, dan tanggungjawabnya akan Dia jadikan penyesalan serta siksa di akhirat. Adapun pemimpin yang takut kepada Allah, maka Dia jadikan manusia taat kepadanya, dan Dia menolong pemimpin itu dalam mengemban amanahnya.

Teladan Khalifaur Rasyidin Umar dari Ustadz Salim A. Fillah

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi sungguh orang yang jauh lebih perkasa daripada kita semua, ‘Umar ibn Al Khaththab, pernah mengatakan, “Seandainya tidaklah didorong oleh harapan bahwa saya akan menjadi orang yang terbaik di antara kalian dalam memimpin kalian, orang yang terkuat bagi kalian dalam melayani keperluan-keperluan kalian, dan orang yang paling teguh mengurusi urusan-urusan kalian, tidaklah saya sudi menerima jabatan ini. Sungguh berat bagi Umar, menunggu datangnya saat perhitungan.”

Maka yang kami harapkan berikutnya dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah cita-cita yang menyala untuk menjadi pelayan bagi rakyat Indonesia. Sebuah tekad besar, yang memang selama ini sudah kami lihat dari kata-kata Anda. Dan sungguh, kami berharap, ia diikuti kegentaran dalam hati, seperti ‘Umar, tentang beratnya tanggungjawab kelak ketika seperempat milyar manusia Indonesia ini berdiri di hadapan pengadilan Allah untuk menjadi penggugat dan Anda adalah terdakwa tunggal bila tidak amanah, sedangkan entah ada atau tidak yang sudi jadi pembela.

Pak Prabowo, jangankan yang tak mendukung Anda, di antara pemilih Andapun ada yang masih meragukan Anda karena catatan masa lalu. Saya hendak membesarkan hati Anda, bahwa ‘Umar pun pernah diragukan oleh para tokoh sahabat ketika dinominasikan oleh Abu Bakr sebab dia dianggap keras, kasar, dan menakutkan. Tapi Anda bukan ‘Umar. Usaha Anda untuk meyakinkan kami bahwa kelak ketika terpilih akan berlaku penuh kasih kepada yang Anda pimpin harus lebih keras daripada ‘Umar.

Pak Prabowo, kami memilih Anda karena kami tahu, seseorang tak selalu bisa dinilai dari rekam jejaknya. ‘Umar yang dahulu ingin membunuh Nabi, kini berbaring mesra di sampingnya. Khalid yang dahulu panglima kebatilan, belakangan dijuluki ‘Pedang Allah’. Tapi Anda bukan ‘Umar. Tapi Anda bukan Khalid. Usaha Anda untuk berubah terus menjadi insan yang lebih baik daripada masa lalu Anda akan terus kami tuntut dan nantikan. Ya, maaf dan dukungan justru dari orang-orang yang diisukan pernah Anda ‘culik’ menjadi modal awal kepercayaan kami kepada Anda.

Teladan Khalifaur Rasyidin Usman dari Ustad Salim A. Fillah

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yang jauh lebih dermawan daripada kita semua, ‘Utsman ibn ‘Affan, pernah mengatakan, “Ketahuilah bahwa kalian berhak menuntut aku mengenai tiga hal, selain kitab Allah dan Sunnah Nabi; yaitu agar aku mengikuti apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumku dalam hal-hal yang telah kalian sepakati sebagai kebaikan, membuat kebiasaan baru yang lebih baik lagi layak bagi ahli kebajikan, dan mencegah diriku bertindak atas kalian, kecuali dalam hal-hal yang kalian sendiri menyebabkannya.”

Ummat Islam amat besar pengorbanannya dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini. Pun demikian, sejarah juga menyaksikan mereka banyak mengalah dalam soal-soal asasi kenegaraan Indonesia. Cita-cita untuk mengamalkan agama dalam hidup berbangsa rasanya masih jauh dari terwujud.

Tetapi para bapak bangsa, telah menitipkan amanah Maqashid Asy Syari’ah (tujuan diturunkannya syari’at) yang paling pokok untuk menjadi dasar negara ini. Lima hal itu; pertama adalah Hifzhud Diin (Menjaga Agama) yang disederhanakan dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua Hifzhun Nafs (Menjaga Jiwa) yang diejawantahkan dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ketiga Hifzhun Nasl (Menjaga Kelangsungan) yang diringkas dalam sila Persatuan Indonesia. Keempat Hifzhul ‘Aql (Menjaga Akal) yang diwujudkan dalam sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dan kelima, Hifzhul Maal (Menjaga Kekayaan) yang diterjemahkan dalam sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami berharap Anda akan melaksanakan setidak-tidaknya kelima hal tersebut; menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga kelangsungan, menjaga akal, dan menjaga kekayaan; dengan segala perwujudannya dalam kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Kami memilih Anda ketika di seberang sana, ada wacana semisal menghapus kolom agama di KTP, pengalaman masa lalu penjualan asset-aset bangsa, lisan-lisan yang belepotan pelecehan kepada agama Allah, hingga purna-prajurit yang tangannya berlumuran darah ummat.

Pak Prabowo, seperti ‘Utsman, jadilah pemimpin pelaksana ungkapan yang amat dikenal di kalangan Nahdlatul ‘Ulama, “Al Muhafazhatu ‘Alal Qadimish Shalih, wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah.. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.”

Teladan Khalifahur Rasyidin Ali dari Ustad Salim A. Fillah

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yang lebih zuhud daripada kita semua, ‘Ali ibn Abi Thalib, pernah mengatakan, “Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lisannya. Orang yang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yang mengajari orang lain.”

Pak Prabowo, hal yang paling hilang dari bangsa ini selama beberapa dasawarsa yang kita lalui adalah keteladanan para pemimpin. Kami semua rindu pada perilaku-perilaku luhur terpuji yang mengiringi tingginya kedudukan. Kami tahu setiap manusia punya keterbatasan, pun juga Anda Pak. Tapi percayalah, satu tindakan adil seorang pemimpin bisa memberi rasa aman pada berjuta hati, satu ucapan jujur seorang pemimpin bisa memberi ketenangan pada berjuta jiwa, satu gaya hidup sederhana seorang pemimpin bisa menggerakkan berjuta manusia.

Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami tahu, kendali sebuah bangsa takkan dapat dihela oleh satu sosok saja. Maka kami menyeksamai sesiapa yang ada bersama Anda. Lihatlah betapa banyak ‘Ulama yang tegak mendukung dan tunduk mendoakan Anda. Balaslah dengan penghormatan pada ilmu dan nasehat mereka. Lihatlah betapa banyak kaum cendikia yang berdiri memilih Anda, tanpa bayaran teguh membela. Lihatlah kaum muda, bahkan para mahasiswa.

Didiklah diri Anda, belajarlah dari mereka; hingga Anda kelak menjelma apa yang disampaikan Nabi, “Sebaik-baik pemimpin adalah yang kalian mencintainya dan dia mencintai kalian. Yang kalian doakan dan dia mendoakan kalian.”

Teladan Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Ustad Salim A. Fillah

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yang lebih adil daripada kita semua, ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, pernah mengatakan, “Saudara-saudara, barangsiapa menyertai kami maka silahkan menyertai kami dengan lima syarat, jika tidak maka silahkan meninggalkan kami; yakni, menyampaikan kepada kami keperluan orang-orang yang tidak dapat menyampaikannya, membantu kami atas kebaikan dengan upayanya, menunjuki kami dari kebaikan kepada apa yang kami tidak dapat menuju kepadanya, dan jangan menggunjingkan rakyat di hadapan kami, serta jangan membuat-buat hal yang tidak berguna.”

Sungguh karena pidato pertamanya ini para penyair pemuja dan pejabat penjilat menghilang dari sisi ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, lalu tinggallah bersamanya para ‘ulama, cendikia, dan para zuhud. Bersama merekalah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz mewujudkan pemerintahan yang keadilannya dirasakan di segala penjuru, sampai serigalapun enggal memangsa domba. Pak Prabowo, sekali lagi, kami memilih Anda bukan semata karena diri pribadi Anda. Maka pilihlah untuk membantu urusan Anda nanti, orang-orang yang akan meringankan hisab Anda di akhirat.

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi kalaupun Anda tidak terpilih, kami yakin, pengabdian tak memerlukan jabatan. Tetaplah bekerja untuk Indonesia dengan segala yang Anda bisa, sejauh yang Anda mampu.

Sungguh Anda terpilih ataupun tidak, kami sama was-wasnya. Bahkan mungkin, rasa-rasanya, lebih was-was jika Anda terpilih. Kami tidak tahu hal yang gaib. Kami tidak tahu yang disembunyikan oleh hati. Kami tidak tahu masa depan. Kami hanya memilih Anda berdasarkan pandangan lahiriyah yang sering tertipu, disertai istikharah kami yang sepertinya kurang bermutu.

Mungkin jika Anda terpilih nanti, urusan kami tak selesai sampai di situ. Bahkan kami juga akan makin sibuk. Sibuk mendoakan Anda. Sibuk mengingatkan Anda tentang janji Anda. Sibuk memberi masukan demi kemaslahatan. Sibuk meluruskan Anda jika bengkok. Sibuk menuntut Anda jika berkelit.

Inilah kami. Kami memilih Anda Pak Prabowo, tapi..

Tapi sebagai penutup tulisan ini, mari mengenang ketika Khalifah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz meminta nasehat kepada Imam Hasan Al Bashri terkait amanah yang baru diembannya. Maka Sang Imam menulis sebuah surat ringkas. Pesan yang disampaikannya, ingin juga kami sampaikan pada Anda, Pak Prabowo. Bunyi nasehat itu adalah, “Amma bakdu. Durhakailah hawa nafsumu! Wassalam.”

Penulis
Kategori Demokrasi, Kedaulatan

←LamaBaru →