Ghobro » saran

Penghematan Anggaran Melalui BBN

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Percepatan program pencampuran fatty acid methyl ester dari 10% (B10) menjadi 20% (B20) adalah terobosan untuk mengurangi beban APBN di sektor energi.

BBN bisa digunakan di sektor transportasi dan sektor industri

Ketua Umum Asosiasi Produsen Biodiesel (Aprobi), MP Tumanggor menyatakan BBN (Bahan Bakar Nabati) tidak hanya dapat digunakan di sektor transportasi tetapi juga di sektor industri, termasuk di PLN.

B20 menghemat USD 6 miliar

Aprobi menyatakan bahwa program percepatan B20 akan mampu menghemat APBN sebesar USD 6 milyar.

B10 menghemat USD 3 milyar per tahun

Pelaksanaan B10 saat ini menurut Aprobi telah berhasil menghemat APBN sebesar USD 3 milyar per tahun.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo menargetkan penambahan mandatory Bahan Bakar Nabati (BBN) menghemat devisa dua kali lipat. Penerapan mandatory BBN 10% telah menghemat USD 3,11 milyar pada 2014.

Kesiapan Aprobi dan Gapki

23 anggota Aprobi yang merupakan perusahaan CPO (Crude Palm Oil) menyatakan siap menyuplai kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang jika pemerintah memutuskan percepatan B20. Produksi CPO Indonesia 30 juta ton per tahun,ekspor 20 juta ton per tahun dan pemasaran dalam negeri 10 juta ton per tahun.

Peningkatan produksi biodiesel meningkatkan bea keluar

Peningkatan produksi biodiesel akan menyebabkan peningkatan harga CPO, dan kemudian berdampak pada meningkatnya bea keluar yang diterima pemerintah.

Ditjen Energi Baru Terbarukan uji coba B20

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan Uji Jalan (Road Test) Pemanfaatan Biodiesel 20% (B20) untuk kendaraan bermotor dan alat berat. Menurut Susilo, uji jalan dengan campuran biodiesel tidak dipengaruhi performance mesin karena itu untuk angkutan umum dan alat-alat berat.

Pengurangan Subsidi dan impor

Program B20 diharapkan dapat mengurangi subsidi dan impor BBM. Konsumsi BBM Indonesia 1,5 juta barel, dan subsidi sebesar 400 trilyun.

Penulis
Kategori Ekonomi, Energi

←LamaBaru →