Papua daerah kaya yang miskin
Inilah sebuah fakta yang sangat ironis. Papua daerah yang kaya sumber daya alam, ternyata persentase kemiskinannya tertinggi di Indonesia, yakni 36,8 %. Sangat jauh dengan Jakarta yang hanya 3,48%.
Data yang diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan / Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana tersebut sungguh sangat mengkhawatirkan. Angka yang diungkapkan Kepala BPS Papua J.A. Djarot Soesanto per 5 September 2006 lebih gila lagi, persentase penduduk miskin Papua adalah 47,99%, sedangkan Papua Barat 36,85%. Kalau dijumlahkan berarti 45,43%, hampir mencapai separuh penduduk Papua.
Kemiskinan telah membatasi hak rakyat untuk :
- memperoleh pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan;
- Hak rakyat untuk memperoleh perlindungan hukum;
- Hak rakyat untuk memperoleh rasa aman;
- Hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan hidup (sandang, pangan, dan papan) yang terjangkau;
- Hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan pendidikan;
- Hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan kesehatan;
- Hak rakyat untuk memperoleh keadilan;
- Hak rakyat untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan publik dan pemerintahan;
- Hak rakyat untuk berinovasi;
- Hak rakyat menjalankan hubungan spiritualnya dengan Tuhan; dan
- Hak rakyat untuk berpartisipasi dalam menata dan mengelola pemerintahan dengan baik.
indikator utama kemiskinan adalah;
- terbatasnya kecukupan dan mutu pangan;
- terbatasnya akses dan rendahnya mutu layanan kesehatan;
- terbatasnya akses dan rendahnya mutu layanan pendidikan;
- terbatasnya kesempatan kerja dan berusaha;
- lemahnya perlindungan terhadap aset usaha, dan perbedaan upah;
- terbatasnya akses layanan perumahan dan sanitasi;
- terbatasnya akses terhadap air bersih;
- lemahnya kepastian kepemilikan dan penguasaan tanah;
- memburuknya kondisi lingkungan hidup dan sumberdaya alam, serta terbatasnya akses masyarakat terhadap sumber daya alam;
- lemahnya jaminan rasa aman;
- lemahnya partisipasi;
- besarnya beban kependudukan yang disebabkan oleh besarnya tanggungan keluarga;
- tata kelola pemerintahan yang buruk yang menyebabkan inefisiensi dan inefektivitas dalam pelayanan publik,
- meluasnya korupsi dan rendahnya jaminan sosial terhadap masyarakat.
Ada 9 penyebab terjadinya kemiskinan:
- Kegagalan kepemilikan terutama tanah dan modal;
- Terbatasnya ketersediaan bahan kebutuhan dasar, sarana dan prasarana;
- kebijakan pembangunan yang bias perkotaan dan bias sektor;
- Adanya perbedaan kesempatan di antara anggota masyarakat dan sistem yang kurang mendukung;
- Adanya perbedaan sumber daya manusia dan perbedaan antara sektor ekonomi (ekonomi tradisional versus ekonomi modern);
- Rendahnya produktivitas dan tingkat pembentukan modal dalam masyarakat;
- Budaya hidup yang dikaitkan dengan kemampuan seseorang mengelola sumber daya alam dan lingkunganya;
- Tidak adanya tata pemerintahan yang bersih dan baik (good governance);
- Pengelolaan sumber daya alam yang berlebihan dan tidak berwawasan lingkungan.
13.07.2010. 11:27






