Ghobro » info

10 kerusuhan pilkada langsung

Dimuat
Komentar Tak-satupun

Sering rusuh menjadi salah satu alasan untuk mengembalikan pilkada dari pilkada langsung yakni dipilih masyarakat menjadi pilkada tidak langsung. Benarkah pilkada langsung menimbulkan konflik horisontal? Sejak pilkada langsung 2005 hingga April 2013 sudah 50 orang yang meninggal akibat rusuh pilkada. Inilah 10 di antara kerusuhan pilkada yang terjadi, yakni :

  1. Rusuh Pilkada Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur, 30 September 2013.
  2. Rusuh Pilkada Palopo Sulawesi Selatan, 31 Maret 2013.
  3. Rusuh Pilkada Kuantan Singingi Riau, 11 April 2011.
  4. Rusuh Pilkada Mojokerto Jawa Timur, 21 Juni 2010.
  5. Rusuh Pilkada Probolinggo, 30 Agustus 2013.
  6. Rusuh Pilkada Palembang, 4 Juni 2013.
  7. Rusuh Pilkada Dogiyai, 13 Agustus 2012
  8. Rusuh Pilkada Karo, 1 November 2010
  9. Rusuh Pilkada Sibolga, 18 Mei 2010
  10. Rusuh Pilkada Dairi, 6 Agustus 2013

Rusuh Pilkada Sumba Barat Daya

Pemilukada di Kabupaten Sumba Barat Daya Periode 2013-2018 menyebabkan kerusuhan dan korban jiwa. 3 orang warga tewas, yakni Asterius Toda Bili (40), Bora Piara (46), Ngongo Dapa (40). Asterius Toda Bili ,warga Kampung Kumi Baba, Desa Bukembero, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) tewas dibunuh Jumat, 30 September 2013. Bora Piara yang mengalami luka berat meninggal dunia dalam perawatan di RS Karitas Wateebula. Ngongo Dapa mengalami luka potong di sekujur tubuh di Kerobo, di hutan jati Desa Weelonda, Kecamatan Kota Tambolaka saat masa pendukung Konco OLE ATE dihadang. . Selain itu, seorang warga luka kena panah.

Delapan rumah di kampung Golu Tanah dan 11 rumah di kampung Meter desa Bukembero, Kecamatan Kodi Utara dibakar massa.

Rusuh Pilkada Palopo

Minggu, 31 Maret 2013 Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kantor Walikota Palopo Sulawesi Selatan terbakar, diduga dilakukan oleh massa pendukung pasangan cakada yang tidak puas.

Rusuh Pilkada Kuansing

Senin, 11 April 2011, ketidakpuasan Pemilukada Kabupaten Kuantan Singingi Riau diduga menyebabkan massa melemparkan bom molotov ke gedung KPUD, yang kemudian meluas ke gereja, rumah pejabat dan rumah pendukung lawan calon.

Rusuh Pilkada Mojokerto

Jumat, 21 Juni 2010 17 mobil pribadi dan dinas di jajaran pemkab Mojokerto Jawa Timur dibakar dengan bom molotov. Beserta mobil yang rusak karena kacanya dipecah, ada total 25 mobil yang menjadi korban. Sembilan orang terpaksa dirawat karena mengalami luka di kepala,yakni tiga polisi, 1 PNS dan 5 orang warga sipil. Kerusuhan dilakukan oleh Aliansi Rakyat Mojokerto (Arkam) yang diduga tidak puas atas pencoretan calon bupati Dimyati Rasyid.

Rusuh Pilkada Probolinggo

Jumat, 30 Agustus 2013 massa yang tidak puas dengan pelaksanaan pencoblosan walikota melempari kantor Kelurahan Mayangan Kota Probolinggo, menggulingkan mobil milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo Jawa Timur dan membakar mobil milik Binmas Polresta Probolinggo.

Rusuh Pilkada Palembang

Selasa, 4 Juni 2013, Toko Jaya Raya Elektronik dibakar orang tidak dikenal. Api dengan cepat membakar lima ruko toko elektronik terbesar di kawasan tersebut dan toko Tunas elektronik yang sebagian terbakar. Diduga ruko dibakar karena pelaku menuding Hermanto Wijaya, pemilik toko adalah orang pertama di pasar 16 ilir Palembang Sumatera Selatan yang mendukung Romi Herton, yang berpasangan dengan Hanojoyo yang memenangkan sidang gugatan di MK Senin, 20 Mei 2013.

Rusuh Pilkada Dogiyai

Selasa,13 Agustus 2012 Kantor KPUD Dogiyai Papua Barat dibakar ratusan pendukung pasangan Bupati Nomo3, Natalis Degei dan Esau Magai serta merusak dan melempari kaca jendela dan membakar meja tamu kantor Bupati Dogiyai.

Rusuh Pilkada Karo

Masyarakat Karo yang tergabung dalam Rakyat Pro Demokrasi yang mendesak pilkada ulang bentrok dengan polisi. Enam warga yakni Juli Tarigan (25), Jansen Purba (40), Edy Syahputra (21), Maya br Ginting (32), keempatnya warga Desa Suka Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo. Ramon Sinuhaji (48) warga Desa Gajah Kec Simpang Empat, Herot Sembiring (33) warga Desa Sukajulu Kec Barusjahe mengalami luka berat dan ringan.

Rusuh Pilkada Sibolga

Rabu, 18 Mei 2010 Kantor Camat Sibolga Kota, Kantor Camat Sibolga Selatan dan Kantor Camat Sibolga Sambas rusak diamuk massa karena menganggap kinerja panwas pilkada kurang maksimal.

Rusuh Pilkada Dairi

Dua hari menjelang pilkada, Selasa 8 Agustus 2013, massa yang menduga adanya 50.000 pemilih siluman mendatangi sekretariat KPU Dairi Sumatera Utara di Kota Sidikalang. Massa mendobrak kantor KPU dan membawa lari surat suara dan kotak suara. Bentrok pecah antara massa dan kepolisian. 1 orang warga dilaporkan terkena tembakan.

Penulis
Kategori ,

←LamaBaru →